Selamatan Komunitas Seni Budaya Brangwetan

 

SURABAYA: Menandai secara formal kelahiran Komunitas Seni Budaya Brangwetan, dilakukan ritual selamatan ala “Tumpeng Kalijaga” yang tidak berbentuk gunungan sebagaimana biasanya. Tidak ada menu ayam yang disajikan, melainkan berbagai jenis ikan sungai dan mahluk yang hidup di air (lele, wader, mujaer, kul), dilengkapi dengan aneka sayur dalam urap-urap dan tahu tempe.

Acara tersebut berlangsung di sekretariat komunitas Brangwetan, jalan Bungurasih Timur 40 Sidoarjo, Selasa (26/12) siang, dihadiri seluruh pengurus dan sejumlah anggota yang dipimpin oleh Henri Nurcahyo sebagai ketua komunitas. Hanya Heri Prasetyo (Heri Lentho) yang berhalangan hadir.

Sebagaimana namanya, lembaga ini berbentuk perkumpulan, sudah disahkan badan hukum melalui akta notaris tanggal 11 Desember 2017, meski sebetulnya nama Brangwetan sudah berkibar sejak 2 Oktober 2007 dengan aktivitas utamanya berupa laman Pusat Informasi Kesenian Jawa Timur, yang dilansir melalui blog brangwetan.wordpress.com.  Pada tanggal 19 November 2017 blog ini kemudian beralih ke situs brangwetan.com.

Beberapa kegiatan sudah dilakukan dengan bekerjasama dengan pihak lain, dan pada tahun 2015, Komunitas Brangwetan juga pernah menerbitkan Jurnal Budaya “BrangWetan”. Bahkan, hari Sabtu baru-baru ini (23/12) sudah menggelar kegiatan bersama dengan Aliansi Pelajar Surabaya dan  Forum Budaya Surabaya berupa “Sinau Bareng Balai Pemuda” (baca: https://brangwetan.com/2017/12/26/pelajar-surabaya-sinau-balai-pemuda/).

Ruang lingkup lembaga ini mengacu pada Undang Undang Pemajuan Kebudayaan, yaitu melakukan Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan seni budaya Jawa Timur sebagai bagian dari Objek Pemajuan Kebudayaan di Jawa Timur. Bukan hanya menangani kesenian secara sempit melainkan juga bergerak dalam 10 bidang objek pemajuan kebudayaan, yang terdiri dari; Tradisi Lisan,  Manuskrip,  Adat Istiadat, Ritus, Permainan Rakyat, Olahraga Tradisional, Pengetahuan Tradisional, Teknologi Tradisional, Kesenian, dan Bahasa.

Wilayah kerja lembaga ini meliputi seluruh Indonesia, dengan fokus utamanya di provinsi Jawa Timur sesuai dengan namanya “Brangwetan” yang bermakna harafiah “Sebrang Wetan” (sebelah timur) sebuah sebutan kuna untuk wilayah sebelah timur atau yang dikenal sebagai provinsi Jawa Timur sekarang ini.

Secara formal, susunan personalia yang tercatat di akta notaris adalah sebagai berikut:

  • Ketua               : Henri Nurcahyo
  • Sekretaris        : Sugeng Achyari, S.Sos
  • Bendahara      : Drs. Mahmud Yunus
  • Anggota           : Heri Prasetyo, SSn
  • Anggota           : Layli Ramadani, SS, MHum
  • Pembina          : Heri Prasetyo, SSn
  • Pengawas        : Semar Suwito

Adapun beberapa nama yang kemudian mencatatkan diri sebagai anggota pada saat acara Selamatan (26/12) adalah Samsul Huda, Endang Kusniati, Kris Mariyono, Frida Erli dan Rully Anwar. (hnr)