Perupa Lamongan Unjuk Potensi

LAMONGAN: Sebanyak 40 (empat puluh) perupa Lamongan akan memamerkan karyanya dalam Pameran Lukisan bertajuk “reikonSILIasi” tanggal 3-11 Maret 2018 di Gedung Pariwisata Jalan Sunan Giri 1, Lamongan. Pembukaan dilakukan Sabtu malam (3/3) pukul 19.00 yang dimeriahkan dengan action painting.

Menurut Jumartono, salah satu panitia, pameran ini dimaksudkan untuk menunjukkan potensi perupa yang dimiliki oleh Kabupaten Lamongan. Bahwa di kota yang terkenal dengan “Kota Soto” ini juga banyak memiliki perupa, khususnya pelukis. Diantara mereka ada nama-nama yang sudah banyak dikenal di luar Lamongan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Sebutan “reikonSILIasi” sebagai judul pameran ini adalah mengambil kata “Sili” sebagai nama ikan khas Lamongan. Ikan Sili biasa disuguhkan sebagai pelengkap Nasi Boran, yang juga merupakan kuliner khas Lamongan.  Dengan demikian, judul pameran ini dapat dimaknai sebagai sebuah upaya untuk menyatukan kembali (rekonsiliasi) sebagai sesama perupa Lamongan dengan simbol ikan Sili sebagai ikonnya.

Selain 40 perupa Lamongan, acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Pelukis Lamongan (Kospela) ini juga menghadirkan karya dari 7 (tujuh) perupa undangan yaitu; Dadang Rukmana, Jopram, Gusar Suryanto, Nahrus, Muklis Zahidy, Nana Bana dan Najib Amrullah.

Sebagai pendukung acara, selama pameran juga diselenggarakan acara berupa Diskusi Seni Rupa Minggu malam (4/3), pukul 19.00 dengan pembicara Wahyudin AS (kurator Jateng Biennale), dan Dadang Rumana (perupa). Juga ada workshop Lukis Model, Jumat siang (9/3) pukul 13.00, sedangkan Lomba Lukis (tingkat SD) dan Mewarnai (untuk TK) diadakan hari Sabtu (10/3) pukul 08.00. Pada hari terakhir, Minggu, digelar lagi Lomba Lukis, kali ini untuk SMP, mulai pukul 08.00,  siang harinya pukul 13.00 diselenggarakan diskusi seni rupa dengan narasumber Henri Nurcahyo (budayawan) dan Jopram (perupa). Malam harinya (11/3) dilakukan penutupan pukul 19.00. (hnr)