Seleksi Jejak Tradisi Budaya di Blitar

BLITAR: Sebanyak 27 Siswa dan 6 guru SMA/SMK berhasil lolos seleksi Jejak Tradisi Budaya di Hotel Ilhami, Ponggok, Kabupaten Blitar sehingga berhak mewakili Provinsi Jawa Timur di tingkat Regional yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB). Acara yang berlangsung selama dua hari itu (15-16/3) diikuti oleh 70 siswa dan 10 guru SMA/SMK dari berbagai kota di Jawa Timur.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  (Disbudpar) Jawa Timur Dra. Hartini, MM, menjelaskan bahwa acara ini sudah dua kali diselenggarakan oleh Disbudpar Jatim untuk memilih wakil-wakil hari tingkat provinsi. Sebelumnya, pihak BPNB yang berkedudukan di Yogyakarta langsung melakukan seleksi sendiri meliputi tiga provinsi, yaitu Jatim, Jateng dan Daerah Isitimewa Yogyakarta (DIY) yang menjadi kewenangannya.

Selama dua hari di Blitar para peserta mendapatkan pengayaan materi dari Joko Susilo, SiP, MSc, dari Universitas Airlangga mengenai “Kebhinekaan dan Toleransi” dalam skala nasional dan global. Selain itu, dorongan motivasi dan berprestasi disampaikan oleh Dr. Umi Dayati dari Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Para peserta juga menyampaikan presentasi dari makalah yang ditulisnya,  kemudian dinilai oleh Dewan Juri terdiri dari Hartini, Rangga Bisma Aditya dan Henri Nurcahyo.

Hari kedua, peserta diajak mengunjungi Candi Simping yang merupakan tempat pendarmaan pendiri kerajaan Majapahit, Raden Wijaya. Pada kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Parbudpora),  Luhur Sejati, menjelaskan perihal peluang-peluang dalam bidang kebudayaan yang dapat menjadi titian karier masa depan remaja. Bahwasanya seni budaya adalah juga lahan masa depan yang menjanjikan.

Lepas dari Candi Simping, peserta diajak mengunjungi Kampung Jenang di Arjowinangun, dan pendopo Kabupaten Blitar dipandu oleh Harmono, petugas kebudayaan setempat. Penutupan acara juga dilakukan di pendopo dengan memberikan penghargaan pada peserta yang terpilih untuk mengikuti seleksi Jejak Tradisi Budaya tingkat Regional di Malang tanggal 2-6 April mendatang. (hnr)