Sanggar Lidi, Belum Enam Tahun Sudah Produktif

SURABAYA: Sanggar Lidi Surabaya, yang besok malam (11/4) menggelar pementasan teater di Gedung Cak Durasim, adalah sebuah wadah yang digagas untuk menciptakan generasi muda yang kreatif, serta tetap memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Disamping itu juga mampu memberikan sumbangan positif terhadap dunia kreatif di Negara Republik Indonesia.

Ketua Sanggar Lidi, Wawan Kurniawansyah, menceritakan bahwa sanggar ini didirikan pada 18 Oktober 2012 oleh Ibu Ndindy Indijati dan Totenk Mahdasi Tatang. Dalam proses bersanggar, tambahnya, menggunakan metode non-akademis layaknya sekolah Socrates. Sanggar ini setiap kali berdiskusi tentang banyak hal untuk memperluas wawasan.

Pilihan tema lakon “Aktivzm” kali ini juga dimaksudkan bahwa di tengah gejolak sosial politik yang terus menggelegak selama ini generasi muda perlu mendapatkan peran berarti. Bahwa negara dan bangsa ini tidak bisa dibiarkan begitu saja dirusuhi oleh berbagai kepentingan yang bertentangan dengan cita-cita pendiri bangsa ini.

Wawan menuturkan, dengan adanya sanggar ini para anggota yang notabene masih berumur muda,  ingin memberikan warna dan referensi pendidikan untuk masyarakat umum khususnya dalam bidang seni. Maka kami berharap banyak dukungan dari berbagai pihak yang mampu membangkitkan dan menyatukan energi positif dalam langkah menjalankan tujuan sanggar kami, yang beranggotakan kalangan remaja dari berbagai status sosial yang berbeda.

Meski belum genap 6 (enam) tahun namun Sanggar Lidi sudah produktif menggelar pementasan dengan misi khusus. Diantaranya adalah:  Pertunjukan Drama Tari “HARUBIRU” Karya Totenk Mahdasi Tatang (19 Oktober 2012, di Gedung Sasana Artistika SMKN 12 Surabaya). Kemudian acara yang bernama Lingkaran Do’a untuk hari kelahiran Penyair WS. Rendra (7 November 2012), di Halaman Rumah Pak. Wiek Herwiyatmo. Setelah acara tersebut Pak Wiek sekeluarga mengizinkan kami untuk melakukan workshop rutin di tempat tersebut, sekaligus menjadi rumah sementara sanggar Lidi Surabaya.

Disamping itu juga Pertunjukan Karya seni  dengan Tajuk “Lidi Punya Cerita” (22 Februari 2013, di Sanggar Lidi Surabaya);  Lidi Punya Cerita #2 ( 15 Maret 2013, di Rumah Kediaman Ibu Sirikit Syah);  Lidi Punya Cerita #3 ( 24 April 2013, di Sanggar Lidi Surabaya) berupa Lomba Cipta & Baca puisi, serta lomba Stand Up Comedy tingkat Jawa Timur (31 Mei 2013, di Warkop Ngopi Kopi Surabaya)

Masih berupa rangkaian  “Lidi Punya Cerita” serie ke #4” (1 Juni 2013) dilaksanakan di Warkop Ngopi Kopi Surabaya);  Lidi Punya Cerita #5 (7 Juli 2013, di Sanggar Lidi Surabaya); Seminar “Peradaban dan Teknologi” ( 21 Juli 2013, di Sanggar Lidi Surabaya); Lidi Punya Cerita #6 (30 Agustus 2013, di Sanggar Lidi Surabaya).  “Dharma Seni untuk Negeri” (18 & 19 Oktober 2013, Balai Pemuda Surabaya). Dan “Dharma Seni untuk Negeri II” berupa Pementasan Teater “Gayatri”, (20 Mei 2015) di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Jatim.

Menyusul pentas teater “Kabar Negeri Timur” atas undangan parade Teater Taman Budaya Jatim (20 Juli 2015), pergelaran teater dengan judul “Aktivzm” kali ini didahului dengan menggelar fragmennya tanggal 27 Maret yang lalu di kedai kopi “Moeljo” Jalan Taman Apsari dalam rangka Hari Teater Dunia. (hnr)