Banyuwangi, Lamongan dan Ponorogo Juara Karya Tari

SURABAYA: Festival Karya Tari (FKT) Jawa Timur 2018 yang diselenggarakan oleh Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur menghasilkan 3 (tiga) Penyaji Terbaik Tanpa Peringkat yaitu Banyuwangi, Lamongan dan Ponorogo. Acara ini diikuti oleh 30 peserta mewakili kota/kabupaten se-Jawa Timur, berlangsung sejak hari Jumat (27/4) dan berakhir Minggu sore (29/4) di gedung kesenian Cak Durasim Taman Budaya, Jalan Gentengkali 85 Surabaya.

Tim Pengamat diketuai oleh Wa Ode Siti Marwiyah (Wiwik Sipala) dari Jakarta, beranggotakan Dimas Pramuka Atmaji (Sanggar Gito Maron Surabaya) dan Joko Susilo, M.Sn, staf pengajar Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya.

Mereka menentukan 3 (tiga) Penyaji Terbaik, 10 (sepuluh) Penyaji Unggulan, 3 (tiga) Penata Tari Terbaik, 3 (tiga) Penata Musik Terbaik dan 3 (tiga) Penata Rias/Busana Terbaik. Semua katagori tersebut tanpa peringkat.

Lamongan

Ketiga pemenang tersebut di atas, masing-masing juga meraih 2 (dua) kejuaraan katagori lainnya sehingga menjadi 3 (tiga) katagori. Selain terpilih sebagai Penyaji Terbaik Kabupaten Banyuwangi juga meraih juara katagori Penata Tari Terbaik atas nama M. Tri Ragel Alfan dan katagori Penata Rias Busana Terbaik atas nama Andi Susanto. Kabupaten Lamongan, meraih Penyaji Terbaik, Penata Tari Terbaik atas nama Ninin Desinta, SSn dan Penata Musik Terbaik atas nama Purnomo SSn, MM. Sedangkan Kabupaten Ponorogo, selain Penyaji Terbaik juga meraih kejuaraan katagori Penata Tari Terbaik atas nama Fahmida Yuga Pangestika dan Penata Musik Terbaik atas nama Sigid Sapto Margono, SSn.

Sedangkan yang meraih kejuaraan dalam 2 (dua) katagori sekaligus yaitu Jombang yang terpilih dalam 10 (sepuluh) Penyaji Terbaik Tanpa Peringkat, bersama dengan Kota Probolinggo dan Sumenep. Masing-masing juga meraih Tiga Penata Musik Terbaik (Jombang), Tiga Penata Rias/Busana Terbaik Tanpa Peringkat (Sumenep dan Kota Probolinggo).

Hasil Kejuaraan selengkapnya adalah sebagai berikut:

Tiga Penyaji Terbaik Tanpa Peringkat:

  • Banyuwangi, “Niskala Seblang”
  • Lamongan, “Udhikan”
  • Ponorogo, “Mubeng Gumbeng”

Sepuluh (10) Penyaji Unggulan Tanpa Peringkat:

  • Jombang, “Kidung Abhipraya”
  • Kabupaten Pasuruan, “Puja Barikan”
  • Tulungagung, “Robyongan”
  • Bojonegoro, “Encek Grenjeng”
  • Sumenep, “Rokat Bumi”
  • Kabupaten Kediri, “Suran Pamenang”
  • Trenggalek, “Sradan Suci”
  • Kota Blitar, “Petri”
  • Kota Surabaya, “Mustika Praban Kinco”
  • Kota Probolinggo, “Arak-arakan Jatan Bodhag”

    Ponorogo

Tiga Penata Tari Terbaik Tanpa Peringkat:

  • Banyuwangi, atas nama M. Tri Ragel Alfan
  • Lamongan, atas nama Ninin Desinta
  • Ponorogo, atas nama Fahmida Yuga Pangestika

Tiga Penata Musik Terbaik Tanpa Peringkat:

  • Jombang, atas nama Wahyudi
  • Lamongan, atas nama Purnomo, SSn, MM
  • Ponorogo, Sigit Sapto Margono, SSn

Tiga Penata Rias/Busana Terbaik Tanpa Peringkat:

  • Banyuwangi, atas nama Andi Susanto
  • Sumenep, atas nama Ian Pewaras
  • Kota Probolinggo, S. Sri Ra

Dari jumlah peserta sebanyak 30 kota/kabupaten maka praktis kejuaraan hanya diraih oleh 13 (tiga belas) peserta sehingga sebanyak 17 peserta yang tersisih dan tidak mendapatkan kejuaraan sama sekali. (hnr, nur)