Seminar Internasional Awali Festival Kesenian Indonesia

PANDAAN: Meski baru akan dibuka nanti malam, penyelenggaraan Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke X sudah diawali dengan penyelenggaraan seminar internasional pagi ini (7/7) di Hall Taman Candra Wilwatikta Pandaan. Sebagaimana tema FKI, seminar kali ini juga mengambil tema “Art, Identity and Reality”.

FKI merupakan kegiatan rutin dua tahunan antar perguruan tinggi seni se-Indonesia yang kali ini diikuti oleh 9 (sembilan) perguruan tinggi yaitu ISBI Aceh, ISBI Padang Panjang, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ISBI Bandung, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISBI Denpasar dan ISBI Tanah Papua serta STKW Surabaya sebagai tuan rumah. FKI X ini akan berlangsung hingga Senin (9/7).

Ketua penyelenggara seminar, Dr. Bramantijo, M.Sn, menjelaskan bahwa seminar ini akan dibuka oleh Prof. Dr. I Wayan Rai S, Rektor ISBI Tanah Papua mewakili ketua Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKPTSI), disusul sajian Karawitan STKW Surabaya dengan pengembangan komposisi musik Madura Ke’ Bengal.

Sedangkan keynote speaker (pembicara kunci) sebanyak 3 (tiga) orang yaitu: Prof. Dr. David Harnish (Unversitas of San Diego) dengan topik: Changing Directions: Arts Education in Lombok, kemudian Prof. I Nyoman Sedana, PhD (ISI Denpasar) membawakan topik The Contribution of Wayang Creative Theory inti Cross Cultural Trainng Education, dan Dr. Benny Yohannes Timmerman, S.Sen, M.Hum (ISBI Bandung) yang membawakan makalah berjudul Art Education in the Era of Disruption: Convergence of Knowledge and Concept of Education as a Journey.

Adapun pemakalah utama adalah Dr. H.I.R. Hinzler (University of Leiden) menyampaikan paparan mengenai Platform and Data Bank Material Culture Java & Bali, Prof. Dr. M. Dwi Marianto, M.FA (ISI Yogyakarta): Learning Multi-Innovations from Heri Pemad and Wisu Ajitama, Dr. Mirza Irwansyah (ISBI Aceh): Acehnese Artasand Architecture: A Blended Cutural Diversity in Indonesia.

Selepas istirahat siang, acara dilanjutkan dengan pemaparan 3 (tiga) pemakalah yaitu: Mayco A. Santaell, pHd (Sunway Unversity, Kuala Lumpur): Contemporary Musical Approaches Toward the Presentation & Representation of Malaysian Identities, disusul Prof. Dr. I Wayan Rai S (ISBI Tanah Papua):Wahy are they Singing and Dancing? (Art Identity and Reality in Word Tradition in Papua, dan pembicara berikutnya adalah: Lusy Esterna (IKJ) membawakan makalah berjudul: Take close look on Identity I the Composition of Suia Roro Jonggrang by I Gusti Ngurah Wiryawan Budhiana.

Sesi terakhir dalam seminar ini juga diisi oleh 3 (tiga) pembicara yang terdiri dari Porf. Dr. Dharsono, M.Sn (ISI Surakarta), Dr. Febri Yulika & SF Dewi (ISI Padang Panjang): Smoking Tradution: Intersection between custom philosophy and Cultural and Structural Construction, dan pembicara pamungkas yaitu Dr. Koko Hari Pramono, MPd, & Dr. Bramantijo, MSn (STKW Surabaya) dengan makalah Art Education of Ki Hajar Dewantara abd Its Relevance in Art Education in Indonesia.

Direncanakan seminar berakhir hingga pukul 16.00 dan dilanjutkan dengan pembukaan FKI dan pergelaran kesenian malam harinya di amphithreatre. (hnr)