Delapan Warisan Budaya Jatim Ditetapkan Nasional

JAKARTA: Sebanyak 8 (delapan) karya budaya dari Jawa Timur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Hal ini diputuskan dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2018 yang dilaksanakan di Hotel Millenium Sirih Jakarta, Jumat malam (3/8). Sebelumnya masing-masing provinsi melakukan presentasi sejak hari Selasa (1/8) dihadapan dan dinilai oleh 15 Tim Ahli berbagai bidang dan 3 Narasumber yang dipimpin langsung oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Dr. Najamudin Ramli.

Acara tersebut digelar oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, yang diikuti oleh 31 dari 34 provinsi di Indonesia.

Dalam keputusan sidang yang dibacakan oleh Ketua Tim Ahli WBTB Indonesia, Pudentia MPSS,  sebanyak 225 karya budaya berhasil ditetapkan dari 264 karya budaya yang lolos administrasi.  Sedangkan jumlah karya budaya yang diusulkan sebanyak 416 karya budaya.

Hasil penilaian ini setelah melewati tahap seleksi administrasi, rapat penilaian oleh Tim Ahli, kunjungan verifikasi ke daerah-daerah dan pemaparan oleh masing-masing provinsi. Sedangkan 39 karya budaya yang tidak lolos atau ditangguhkan disebabkan tidak layak secara administrasi dan substansi serta perbaikan yang tidak tepat waktu.

Sementara itu Direktur Jendral Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, dalam sambutan penutupannya menyatakan bahwa jumlah penetapan karya budaya pada tahun ini mengalami peningkatan. Dengan hadirnya berbagai elemen dalam sidang penetapan ini menunjukkan bahwa hal ini semakin berwibawa. Penetapan ini bukan sekadar membuat daftar tetapi bagaimana tindak lanjutnya itu yang penting. Hasil-hasil penetapan ini akan menjadi dokumen penting untuk merumuskan strategi kebudayaan.

Adapun 8 (delapan) karya budaya asal Jawa Timur tersebut adalah: Janger Banyuwangi, Clurit (Are’) Madura, Rawon Nguling Probolinggo, Upacara Adat Manten Kucing Tulungagung, Reog Cemandi Sidoarjo, Sandur Bojonegoro – Tuban, Wayang Thengul Bojonegoro dan Wayang Topeng Jatiduwur Jombang.

Selama berlangsungnya Sidang Penetapan tersebut, provinsi Jawa Timur diwakili oleh Hari Tunariono (Kasi Pelestarian Tradisi Disbudpar Jatim), Sujito (Dinas Parporabud Kab Probolinggo) yang didampingi oleh pemilik Rumah Makan Rawon Nguling, H. Rofiq Ali Pribadi. Disamping itu juga hadir Kartini (Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sidoarjo), Suparno (Disbudpar Kab Jombang) yang membawa serta Mochamad Ya’ud (dalang Wayang Topeng Jatiduwur), Susetyo dan Adi Sutarto (Disbudpar Kab. Bojonegoro), Choliq Ridho (Disbudpar Kab. Banyuwangi), Heru Santoso (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Tulungagung) yang didampingi oleh Ariani (Kepala Bidang Nilai Budaya dan Kesenian Disbudpar) dan narasumber Muhamad Reyhan Florean.

Sementara itu Henri Nurcahyo, pengurus Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur hadir selaku stake holder Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Disamping itu juga didampingi oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta, dimana Jatim memang berada dalam wilayah kerjanya, selain Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 10 Oktober mendatang hasil penetapan kali ini akan dikukuhkan Gedung Kesenian Jakarta  secara formal oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Penetapan 8 warisan budaya asal Jatim ini melengkapi daftar WBTB Jatim  yang sudah diakui secara nasional sejak tahun 2013 sehingga berjumlah total 36 karya budaya.  (hnr)