Seratus Tahun Kongres Budaya Jawa Berlangsung di Surabaya

SURABAYA:  Kongres Budaya Jawa (KBJ) II akan diselenggarakan di Surabaya selama tiga hari (21-23 November). Pembukaan dilakukan di gedung negara Grahadi sedangkan acara berlangsung di hotel Mercure Jalan Raya Darmo. Kongres ini yang kedua kalinya setelah Kongres Kebudayaan Jawa I dilaksanakan di Surakarta. Tetapi KBJ II di Surabaya kali ini terbilang istimewa karena tepat 100 (seratus) tahun yang lalu diselenggarakan kongres yang sama dengan nama Congres voor Javaneche Cultur Antwikkeling di Surakarta (5-7 Juli 1918).

Menurut jadwal acara yang diperoleh dari panitia, pada saat pembukaan hari Rabu sore (21/11) nanti akan dianugerahkan Cultural Award kepada Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ketiga gubernur ini juga menjadi pembicara kunci (keynote speaker) seusai penyampaian Pidato Kebudayaan oleh Mendikbud.

Hari kedua di Hotel Mercure, pagi hari disajikan paparan pembicara utama dalam dua sesi, yaitu Prof. Hotman M. Siahaan dan Prof. Dr. Fachry Ali, MA, disusul sesi berikutnya dengan pembicara Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra dan Prof. Dr. Soetomo WE.

Acara berikutnya berlangsung paralel dengan topik “Kebudayaan Jawa di Tengah Tantangan Nasional dan Global” dengan pembicara Ahmad Tohari dan Prof. Dr. RM Teguh Supriyanto, MHum, disusul topik “Kebudayaan Jawa Sebagai Perajut Harmoni Sosial” (Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, MPd dan Prof. Dr. Setya Yuwana Sudikan), “Kebudayaan Jawa Sebagai Spirit Pemajuan Ekonomi” (Prof. Dr. Joko Saryono, MPd dan Dr. Susanto, MHum), “Kebudayaan Jawa sebagai Sumber Ekosistem Kebudayaan Berkelanjutan” (Prof. Dr. Sudaryono dan Prof. Dr. Novi Anoegrayekti, M.Hum).

Pada saat yang sama di kelas yang lain berlangsung diskusi panel dengan topik “Kebudayaan Jawa Sebagai Basis Sosial Politik dan Kepemimpinan” (dr. Hasto Wardoyo dan Riyanto Purnomo), “Kebudayaan Jawa Sebagai landasan Sosio-Spiritualitas” (Drs. Herman Sinung Janutama dan Dr. Agus Sunyoto,MPd).

Seusai istirahat siang, dilanjutkan dengan Sidang Komisi 1-6 yang masing-masing membahas topik-topik panel tersebut di atas. Setelah itu diisi dengan pentas drama “Sinto Boyong”, tari Sapu Jagad dan Tari Emprak. Dijadwalkan acara berakhir Jumat pagi dengan pembacaan hasil kongres. (hnr)