SERUAN PILPRES DAMAI

Teman-teman, buat siapa saja yang merasa prihatin dengan kondisi Pilpres 2019 ini..yoooks silakan tambahkan namanya (tanpa mengusik pilihan Anda apakah pada 01 atau 02, yang penting Damai).

 

“Jaringan Seniman Nusantara” bukanlah sebuah Ormas atau lembaga formal. Hanya sebuah nama yang kami gunakan khusus untuk keprihatinan atas kondisi Pilpres ini.

 

 

SERUAN PILPRES 2019 DAMAI

 

Semakin dekat dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia tahun 2019, situasi yang berkembang di masyarakat semakin memprihatinkan. Percakapan keseharian di berbagai tempat, di media cetak, media elektronik, media digital dan lain-lain penuh dengan berita bohong, hoaks, kebencian, fitnah, caci maki dan sebagainya.

 

Perlombaan strategi kampanye antarkandidat tidak lagi mengandung pendidikan politik dan membiarkan kebanalan dengan menghalalkan segala cara demi kemenangan. Keterperosokan dalam cara dan proses kampanye yang banal semakin menunjukkan ketidakmampuan serta jalan pintas melakukan komunikasi  politik yang berkualitas.

 

Bagaimanapun kondisi tersebut di atas sudah tidak sesuai lagi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan mencoreng kehendak bersama untuk membangun masyarakat yang cinta damai, mengingat pemimpin dan bangsa bermartabat hanya lahir dari cara dan proses pemilu yang juga bermartabat.

 

Berdasarkan paparan di atas, maka Jaringan Seniman Nusantara, yang terdiri dari kalangan pelaku kesenian, pendidik kesenian dan pengamat kesenian, dengan ini menyerukan:

 

  1. Penerimaan pada keberagaman harus didasari pengakuan bahwa yang berbeda itu memiliki nilai yang sederajat dengan kebenaran “kita.” Dengan itu, maka yang berbeda bukanlah musuh yang harus dibasmi atau dikalahkan.
  2. Semua pihak diharap mulai menghentikan tindakan fitnah, caci maki, saling tuduh dan semacamnya yang menyebabkan perpecahan dan dendam tak berkesudahan di antara sesama anak bangsa.
  3. Pihak-pihak yang sedang dalam posisi sebagai pengayom, pencerah dan peneladan ikut serta bertindak kongkrit untuk meredam situasi perpecahan yang semakin mencemaskan ini, dan bukan malah ikut membakar semangat permusuhan.
  4. Pihak-pihak yang saling berkompetisi, termasuk seluruh jaringan pendukungnya, ikut bertanggung jawab atas situasi yang memprihatinkan ini dan harus memikirkan dampak lanjutan yang berakibat buruk bagi bangsa ini. Jangan hanya karena demi kemenangan maka menghalalkan segala cara.
  5. Kepada semua Warga Negara Indonesia (WNI) di manapun berada yang memiliki hak pilih, sebaiknya memanfaatkan Hak Pilih tersebut sebagai wujud kepedulian dan tanggungjawab terhadap bangsa dan negara, di mana Kepala Negara memiliki peran penting dalam kehidupan kita ke depan dalam pelbagai sektor.

 

JARINGAN SENIMAN NUSANTARA:

 

  1. Tommy F. Awuy, Jakarta.
  2. Garin Nugroho, Jakarta.
  3. Henri Nurcahyo, Sidoarjo.
  4. Suprapto Budi Santosa, Makassar.
  5. Wido, Malang.
  6. Endo Suanda, Bandung.
  7. Nasrul Azwar, Padang.
  8. Ishakim, Makasar.
  9. Arif Rofiq, Surabaya.
  10. Diana Sasa, Magetan.
  11. Yuli Sectio Rini, Yogyakarta.
  12. Yoseph Yapi Taum, Yogyakarta
  13. Suyadi San, Medan.
  14. Akhudiat, Surabaya.
  15. Arifin Petruk, Surabaya.
  16. Heri Purwanto Bangwetan, Surabaya.
  17. Nanang Eko, Batam.
  18. Willy Fwi, Riau.
  19. Jil Kalaran, Solo.
  20. Desemba S. Titaheluw, Surabaya.
  21. Agus Purnomo, Jakarta.
  22. Sutiyono, Jakarta;
  23. Suharyoso SK, Yogyakarta.
  24. Mirkoen, Yogyakarta.
  25. Yuwono, Yogyakarta.
  26. Moedjito, Mojokerto.
  27. Udik Supriyanta, Yogyakarta.
  28. Sofia Setyorini, Jakarta.
  29. Jamal GenTayangan, Bogor.
  30. Pug Warudju (Depok).
  31. Amien Kamil, Depok.
  32. Yayuk Unru, Jakarta.
  33. Embie C Noer, Jakarta,
  34. Reiner Ointoe, Manado.
  35. Suwarno Wisetrotomo, Yogyakarta.
  36. Dimas Pramuka, Surabaya
  37. Harris Purnomo, Jakarta.
  38. La Ode Abdul Ghaniyu Siadi, Buton.
  39. Rino Dezapaty, Riau.
  40. Moehammad Sinwan, Malang.
  41. Syarifuddin Arifin, Padang,
  42. Free Hearty, Jakarta.
  43. Heryus Saputro Samhudi, Tangsel.
  44. Berthold Sinaulan, Tangsel.
  45. Suhendi, Cikarang.
  46. Arie F. Batubara, Tangsel.
  47. Rini Febriani Hauri, Jambi.
  48. Salman Yoga S, Takengon.
  49. Asril Koto, Padang,
  50. Yeyen Kitam, Padang,
  51. Mahatma Muhammad, Padang Pariaman,
  52. Ramdalel, Bukittinggi,
  53. Denni Mellizon, Padang,
  54. Muhamad Isa Gautama, Padang,
  55. Haryudi Rahman, Bone
  56. Nungki Kusumastuti, Jakarta,
  57. Sastri Bakry, Jakarta,
  58. Indrayuda, Padang,
  59. Indra Utama, Padang Panjang,
  60. Bahar Merdhu, Makassar
  61. Jajang C. Noer, Jakarta.
  62. Idris Pasaribu, Medan,
  63. Vebri Al Lintani, Palembang,
  64. Mahdi Idris, Aceh Utara,
  65. Kurniasih Zaitun, Padang Panjang,
  66. Dendi Madiya, Jakarta,
  67. Nurkholis, Padang Panjang,
  68. Yuska H, Surabaya,
  69. Kris Aji, Gresik,.
  70. Amang Mawardi, Surabaya,
  71. Aria Dewa (Tocang), Jakarta.
  72. Erwin (Tegal).
  73. Linda Josephine Leowinata, Toronto, Canada.
  74. Haryanto, Yogyakarta
  75. Abdi Karya, Makasar
  76. Andi Tenri Polo Jiwa, Bone
  77. Sumasno Hadi, Banjarmasin.
  78. Wahyudi, Bone.
  79. Nukman Hakim, Jakarta.
  80. Lenny Lolang, Jakarta.
  81. Lily Siti Multatuliana, Jakarta,
  82. Eddy Pramduane, Depok.
  83. Landung Simatupang, Yogyakarta
  84. Aan Diane, Malang
  85. Syahbandia Esha, Surabaya
  86. Anjrah Lelono Broto, Jombang
  87. JFX Hoery, Bojonegoro
  88. Edi Soetedjo, Malang
  89. Andhi Setyo Wibowo, Jombang
  90. Dian Soekarno, Jombang
  91. Meimura, Surabaya
  92. Toto Sonata, Surabaya
  93. Adrian Perkasa, Surabaya
  94. Salahadin, Semarang
  95. Puspa, Bali.
  96. Badruddin Emce, Kroya Cilacap,
  97. Nofrizal Sadewa, Padang,
  98. Patah Ansori, Yogyakarta
  99. Sutak Wardiono, Malang
  100. Aang Abdul Fatah, Makasar
  101. Salman Egi Hadian, Makasar
  102. Dewi Ritayana, Makasar
  103. Herlyana, Makasar
  104. Icha, Makasar
  105. Djamal April Kalam, Makasar
  106. Jamran Omah Panji, Kediri
  107. Zoya Herawati, Surabaya
  108. Ariefyudi, Jatiwangi
  109. Jakarta,
  110. Evan Ys, Jakarta,
  111. Ali Sukri, Padang Panjang,
  112. Tony Prabowo, Jakarta,
  113. Abdullah Wong, Jakarta
  114. Hendra Setiawan Jakarta
  115. Arifin Manggau, Makassar
  116. Endeng Mursalin, Palu
  117. Ais Mangala, Palu
  118. Heru JP, Depok
  119. Rita Matu Mona, Jakarta
  120. Bahar Karca Gowa, Sulsel
  121. Alief we Onggang, Bekasi
  122. Yudistira Sukatanya, Makasar
  123. Ilham Suhandi, Makasar
  124. Daeng Romo, Makasar
  125. Pungki Purbowo, Yogyakarta
  126. Niar Maggo, Yogyakarta
  127. Maria Widy Aryani, Yogyakarta
  128. Rafael Priyono Mintoharjo, Ambarawa
  129. Silvester Pamardi, Solo
  130. Roosyudhi Priyanto, Tangerang Selatan
  131. Ida Bagus Sudiasa, Jakarta
  132. Christine Djokja, Yogyakarta
  133. Agus Susilo, Medan.
  134. Faisal Kamandobat, Cilacap.
  135. Bambang TA yogya
  136. Didik NT /Hadiprayitno Yogyakarta