Pemuda Sidoarjo Deklarasikan Plural is Me

SIDOARJO: Kalangan pemuda di Sidoarjo, Jawa Timur, mendeklarasikan Gerakan Pluralisme sebagai bentuk kepedulian terhadap keberagaman. Tekad tersebut dirumuskan dengan nama Plural is me. Artinya, bahwasanya setiap orang hendaknya menerima keberagaman yang sudah menjadi fitrah bagi bangsa Indonesia. Dan hal itu harus dimulai dari diri sendiri. Plural is me.

Deklarasi tersebut dicetuskan dalam puncak acara “Jelajah Budaya Lintas Agama” di hotel Luminor Sidoarjo, Jl Pahlawan, Sidoarjo, Minggu pagi (6/9). Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Seni Budaya BrangWetan sejak tanggal 4 September 2020. Peserta yang terdiri dari 30 pemuda lintas agama dan kepercayaan ini juga mengunjungi tempat ibadah 6 (enam) agama dan Sanggar Penghayat Kepercayaan di Sidoarjo, yang disambut dengan pertunjukan kesenian. Malam harinya dilangsungkan “Srawung Budaya Pancasila” berupa diskusi intensif untuk “Merajut Toleransi Antar Umat Beragama Melalui Jalan Budaya.”

Kegiatan ini bekerjasama dengan Direktorat Jendral Kebudayaan – Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tempat-tempat Ibadah yang dikunjungi adalah Masjid Al Abror; Gereja Katolik Santa Maria Annuntiata; Gereja Kristen Indonesia; Vihara Buddha Dharma Bhakti; Klenteng Teng Swie Bio, di Krian; Pura Margo Wening; dan Sanggar Penghayat Kepercayaan Sapto Darmo, di Krembung.

Kesenian yang menyambut di tempat-tempat kunjungan itu adalah; Musik Islami Banjari; Paduan Suara Katolik; Musik Kristiani; Parita Buddha; Barongsay dan Wayang Potehi; Tari Bali; serta Macapatan.

Dalam acara diskusi, sebagai narasumber adalah Dr. A. Rubaidi, M.Ag dari LPPM Universitas Islam Indonesia Sunan Ampel Surabaya. Juga Mashuri, MA, dari Balai Bahasa Jawa Timur. Namun tanpa diduga, hadir narasumber kehormatan dari Surabaya, yaitu Dr. Tjuk Kasturi Sukiadi, seorang ekonom yang dikenal sebagai aktivis pergerakan di Jawa Timur.

Diskusi hari kedua diisi oleh Alto Labetubun, aktivis perdamaian dari Jakarta dan Dodi Dyaudin dari Gusdurian, Sidoarjo, setelah sebelumnya tampil sebagai selingan acara adalah Djadi Galajapo. (*)