Pemuda Lintas Agama dan Kepercayaan Gelar Jelajah Budaya, Ini Rekomendasinya

Gatot Susanto
Minggu, 06 September 2020 | 11.33 WIB

SIDOARJO (DutaJatim.com) – Komunitas Pemuda Lintas Agama dan Kepercayaan, setelah mengikuti acara Jelajah Budaya Lintas Agama selama tiga hari, 4-6 September 2020, dengan ini menyampaikan rekomendasi sebagai berikut:

1. Mendorong Komunitas Seni Budaya BrangWetan sebagai pelaksana acara “Jelajah Budaya Lintas Agama” tidak membubarkan media komunikasi grup WA antarpeserta, namun justru harus dimaksimalkan dan dikembangkan dengan program-program yang bagus di kemudian hari. Nama Grup WA “Jelajah Budaya” disarankan untuk diganti dengan nama “Plural Is Me” yang bermakna Pluralisme dan sekaligus menegaskan bahwa masing-masing orang adalah juga bermakna plural. Bahwasanya Saya adalah juga Beragam (plural).

2. Menyerukan kepada semua anggota WAG “Plural is Me” dapat menjadi menjadi stimulus untuk komunitas pemuda lintas agama, mengajak yang kebetulan tidak bisa menjadi peserta, mengajak siapa saja untuk mencintai pluralisme dan Pancasila.

3. Mendorong untuk menggelar program Pertukaran Seni Budaya dengan penampil lintas agama yang berbeda, sebagaimana kesenian Konghucu atau Buddha yaitu Barongsay dan Wayang Potehi ternyata dimainkan oleh warga muslim. Demikian pula kesenian Islami dapat pula dibawakan oleh pemeluk agama diluar Islam. Dan sebagainya. Dengan demikian maka setiap orang mendapatkan waktu yang cukup untuk mendalami agama dan budaya masing-masing.

4. Menyerukan kepada setiap orang untuk selalu dan sering-sering membagikan kegiatan positif di media sosial terkait Pancasila dan Toleransi, karena keduanya tidak cukup hanya dibicarakan belaka, tidak hanya berhenti sebatas wacana, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan kongkrit, minimal melalui sarana media sosial, sebagaimana sudah menjadi kecenderungan disukai oleh anak-anak muda. Toleransi dan Pancasila bukan sekadar kata, namun harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga Sidoarjo harus dapat menjadi percontohan “Kota Pancasila”.

5. Wabah pandemi Covid-19 sekarang ini tidak boleh menjadi alasan untuk tidak berbuat mengampanyekan toleransi dan nilai-nilai Pancasila dan semakin. Setiap orang harus berbuat sekecil apapun, tidak boleh menyerah dengan gerakan intoleransi dan mereka yang hendak mengoyak-ngoyak kebersatuan bangsa Indonesia. Kemudahan media sosial harus dimanfaatkan semaksimal mungkin melalui berbagai aplikasi seperti Instagram, Facebook, Youtube dan sebagainya.

6. Mendorong pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk membangun semacam Art Centre sebagai sarana untuk pengembangan seni budaya lintas agama

Sidoarjo, 6 September 2020

Sumber: https://www.dutajatim.com/2020/09/pemuda-lintas-agama-dan-kepercayaan.html