BrangWetan Gelar Belajar Hanacaraka Kelas Dewasa

 

SIDOARJOKINI – Komunitas Seni Budaya BrangWetan pagi tadi, Sabtu (19/9), memulai program baru bernama “Sinau Basa atau Aksara Jawa” dengan metode yang menyenangkan dan sesuai untuk orang dewasa. Hal ini berangkat dari anggapan, bahwa orang yang sudah berumur itu mudah lupa, sehingga kali ini peserta tidak dipaksa untuk menghafal satu-persatu masing-masing huruf Jawa.

“Bahwasanya memahami aksara Jawa itu jauh lebih penting ketimbang harus menghafal. Karena itu untuk sementara boleh nyontek di buku,” ujar Henri Nurcahyo, Ketua Komunitas Seni Budaya BrangWetan.

Mski sudah disebar di grup WA BrangWetan, acara perdana ini hanya diikuti oleh 6 (enam) peserta dengan fasilitator Murdoko, guru SDN Candi 1 Sidoarjo. Diharapkan ke depan bisa bertambah lagi pesertanya, baik kalangan internal maupun orang luar. Tidak usah memikirkan berapa membayarnya. Untuk sementara gratis dulu karena sudah ditanggung oleh BrangWetan. Hal ini supaya tidak menjadi beban atau kendala bagi mereka yang berminat.

“Memang pesertanya masih sedikit, tetapi yang penting berani memulai dari diri sendiri. Bukan sekadar wacana atau hanya mengeluh saja soal rendahnya minat terhadap bahasa dan aksara Jawa,” ujar Henri.

Ditambahkan, program ini dilatarbelakangi bahwa selama ini banyak orang yang mengeluh tentang rendahnya minat orang Jawa belajar bahasa Jawa, apalagi belajar aksara Jawa atau Hanacaraka. Banyak orang memertanyakan, “buat apa belajar hanacaraka? Apa manfaatnya?” Padahal, di sisi lain, ada kalangan yang suka menuduh sebagian masyarakat Jawa sebagai ”Orang Jawa yang kehilangan Jawanya.”

Karena itu Komunitas Seni Budaya BrangWetan tidak hanya berhenti sebatas wacana dan keluhan saja tetapi langsung menggelar aksi konkrit berupa program belajar bahasa atau aksara Jawa di sekretariat Pondok Mutiara Blok SB-6 Sidoarjo. Program ini dilakukan secara rutin setiap hari Sabtu, pukul 10.00 – 12.00 WIB.

Dalam pertemuan pertama dibicarakan bagaimana cara belajar yang menyenangkan dan tidak harus menghafal satu persatu hanacaraka (aksara Jawa) tetapi langsung praktek dengan contoh-contoh kongkrit. Masing-masing peserta mencoba menulis namanya sendiri dalam huruf hanacaraka, kemudian dibahas bersama-sama.

Pserta juga langsung dikenalkan beberapa kaidah dalam penulisan aksara Jawa, seperti sandhangan, pasangan, dan lainnya. (*)

Sumber: https://sidoarjokini.com/2020/09/19/brangwetan-gelar-belajar-hanacaraka-kelas-dewasa/