Pj. Bupati Sidoarjo: Kembangkan Ekonomi Kreatif

SIDOARJO: Kabupaten Sidoarjo memiliki 98 destinasi, namun mengapa kontribusi pariwisata yang paling kecil terhadap PAD? Karena itu harus dikembangkan ekonomi kreatif. Saya berharap agar sektor pariwisata memberikan kontribusi besar terhadap PAD Kabupaten Sidoarjo. Padahal dalam konteks Jawa Timur, pariwisata menyumbang 38 persen PAD. Mengapa Sidoarjo tidak bisa seperti itu? Mengapa kalah dengan industri? Justru dengan adanya industri dan budaya merupakan potensi tersendiri. Bukan industri mematikan budaya, atau budaya mematikan industri. Maka terciptalah apa yang dinamakan ekonomi kreatif. Dan ini menjadi program strategis dalam masa Covid dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Pejabat Bupati Sidoarjo, Dr. Hudiono, MSi, menyampaikan hal itu dalam acara Silaturrahmi Komunitas Seni Budaya BrangWetan dan Kampung Seni di pendopo belakang Kabupaten Sidoarjo (4/11). Pada kesempatan itu Pj. Bupati juga meneruskan bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada kalangan seniman dan pelaku budaya Sidoarjo. Acara ini merupakan respon Pj. Bupati ketika mengunjungi Kampung Seni dalam acara “Padang Bulan di Kampung Seni” meski sedang diguyur hujan deras (31/10).

Hudiyono mengatakan, Sidoarjo ini memiliki fasilitas lengkap, meski secara formal bukan milik Pemkab Sidoarjo. Yaitu ada bandara internasional Juanda, ada terminal bus Purabaya. Yang juga perlu diketahui, pendapatan perkapita Sidoarjo rata-rata Rp 90 juta. Jadi masyarakat Sidoarjo ini tergolong kelas menengah ke atas. Hal ini ditandai antara lain orang Sidoarjo sering ditemui misalnya pada saat umrah. Bahkan saya pernah bertugas ke Jepang, juga bertemu dengan orang Sidoarjo. Itu ciri-ciri orang kelas menengah, senang bepergian. Suka berwisata.

Potensi wisata Sidoarjo itu termasuk Pulau Lusi. Namun kita tidak berdaya karena kewenangan peruntukannya ada pada pemerintah pusat, yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kami ingin agar pemerintah Kabupaten Sidoarjo diberikan kesempatan untuk meminjam, mengelola, bekerjasama, tanpa harus memiliki. Karena kita memiliki konten untuk mengisinya namun tidak punya kewenangan. Memang sudah ada pemuda Sadar Wisata yang melakukan hal itu dengan semangat bonek, artinya mereka melakukan hal itu meski tanpa izin resmi.

Lalu yang terbaru adalah wisata berkuda di kawasan desa Kalidawir, kecamatan Tanggulangin yang diresmikan Gubenur Jatim. Nama resminya: Wisata Edukasi Berkuda dan Panahan Yussar Stable and Riding di Sidoarjo.

Kalau dikaitkan dengan potensi yang ada di Sidoarjo, pertumbuhan ekonomi Sidoarjo yaitu 5,8 yang kemudian turun menjadi 5,5. Masih lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Kontribusi terbesar berasal dari industri, sebesar 38 persen. Juga UMKM.  Namun kesemuanya ini jangan sampai membuat kita terjebak. Mandeg. Sudah merasa cukup.  bagaimana kita menghidupkan nilai-nilai budaya sebagai bagian dari pembangunan kreativitas dan ekonomi.

“Masyarakat Sidoarjo berharap sentuhan tangan saudara-saudara,” tegasnya.  “Semoga pertemuan ini dapat membangun kekeluargaan dan keikhlasan kita bersama membangun kabupaten Sidoarjo yang kita cintai ini,” kata Hudiyono. (h)