JELAJAH BUDAYA TIRTAYATRA

 (Wisata Keliling Gunung Penanggungan)

PENANGGUNGAN (Pawitra) adalah gunung suci. Terdapat puluhan candi (punden berundak) di lerengnya yang dulu merupakan tempat bertapa para pendeta atau karshian (tempat para Rshi) sejak zaman sebelum Majapahit. Tak heran Gunung Penanggungan memiliki aura spiritual yang luar biasa, dipercaya sebagai Swargaloka, tempat bersemayamnya para dewa.   

Selain puluhan candi yang tersebar di punggung sebelah barat, ada 4 (empat) candi yang mengapitnya di semua penjuru. Candi Jedong di sisi utara, Candi Jalatunda di sisi barat, Candi Jawi di sebelah tenggara dan Candi Belahan ada di sisi timur. Yang menarik, semua candi tersebut disertai dengan keberadaan mata air atau disebut Candi patirthan (patirtan).  Dapat dibayangkan, bahwa gunung Penanggungan bagaikan sebuah tandon raksasa yang menyimpan air yang masih mengalir sepanjang masa.

Air yang berasal dari candi patirtan dianggap air suci sehingga menjadi pelengkap utama dalam suatu ritus upacara keagamaan. Selain dipercaya untuk membersihkan dosa, menyembuhkan berbagai penyakit, juga dipandang sebagai air keabadian. Para dewa dipercaya telah meminum air amerta sehingga mereka bersifat abadi, tidak mengenal kematian.

Maka menelusuri candi-candi patirtan di seputar gunung Penanggungan adalah sebuah perjalanan yang mengasyikkan. Bukan hanya menjadi wisata sejarah yang menarik, melainkan merupakan sebuah Tirtayatra, yaitu perjalanan spiritual ke tempat-tempat yang memiliki air suci. Tirtayatra akan mendekatkan antara umat satu dengan yang umat lainnya karena dalam perjalanan akan terjadi suatu komunikasi dan interaksi. Tirtayatra juga mendekatkan antara umat dengan tempat suci, dan juga mendekatkan antara manusia dengan Sang Pencipta. Dengan adanya kedekatan-kedekatan tersebut akan semakin menambah kekaguman akan kemahakuasaan Tuhan dan  meningkatkan rasa bhakti kehadapan-Nya.

Bahwasanya air adalah sumber kehidupan bagi mahluk hidup. Sebagian besar luasan bumi ini adalah air. Bahkan tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Inilah saatnya berterima kasih dan menghormat atas jasa-jasa air. Terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberi air gratis bagi kehidupan.  

RUTE JELAJAH BUDAYA

Perjalanan “Jelajah Budaya Tirtayatra” ini sengaja dimulai dari pintu keluar jalan tol Pandaan, langsung menuju Candi Jawi yang berada di sisi tenggara gunung Penanggungan. Perjalanan kemudian melambung ke arah timur menuju Candi Belahan, berlanjut melambung lagi ke arah utara di Candi Jedong dan berakhir di Candi Jalatunda. Dengan demikian, manakala perjalanan melingkari gunung Penanggungan dimulai pagi hari maka akan mengikuti arah sinar matahari yang dimulai dari timur ketika masih pagi dan dari barat ketika berada di candi yang terakhir.

Perjalanan melingkar berlawanan dengan gerak jarum jam ini dalam Hindu disebut Prasawiya, yang juga sama dengan arah gerak thawaf (kelilng Ka’bah) dalam Islam. 

Makan siang dilakukan di sebuah warung di kawasan Candi Jedong, sedangkan makan malam di rumah makan di pusat kecamatan Trawas. Kemudian dilanjutkan perjalanan pulang melewati sisi selatan gunung Penanggungan menuju Pandaan. Sehingga wisata budaya ini sepenuhnya mengelilingi gunung Penanggungan.

Peserta

                Jumlah peserta dibatasi hanya 15 (lima belas) orang dalam satu paket.

Beaya Per Orang

                Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu) rupiah

Fasilitas

  • Transportasi mobil, parkir, tiket masuk,
  • Snack dan Air Mineral
  • Makan Siang dan Makan Malam
  • Brosur 
  • Dokumentasi Video dan Foto
  • Banner acara

Waktu

                Dilaksanakan hari Sabtu, tanggal 10 Juli 2021.

                Berangkat pukul 08.00 dari titik kumpul di Bungurasih

Kontak:

Komunitas Seni Budaya – BranGWetaN – http://brangwetan.com

email: komunitasbrangwetan@gmail.com

Telp/WA: 0812 3472 5858 (Kelly Sugeng Achyari) – 0812 3100 832  (Henri Nurcahyo)