KATALOG BUKU BRANGWETAN / HENRI NURCAHYO

  1. MEMAHAMI BUDAYA PANJI

Karya Henri Nurcahyo

Apakah yang disebut Panji? Cerita Panji? Budaya Panji? Kesemuanya ini nampak masih asing bagi banyak orang, padahal mereka sebetulnya sudah tahu namun tidak merasa tahu. Dongeng Ande-ande Lumut adalah salah satu contoh cerita Panji dalam bentuk dongeng. Ada ratusan versi Cerita Panji yang tersebar ke seluruh penjuru nusantara dan negara-negara Asia Tenggara. Cerita Panji yang berasal dari Kediri ini berujud dalam seni pertunjukan, batik, topeng, dan juga belasan relief candi. Apa hubungannya Cerita Panji dengan lingkungan hidup? Apa bedanya dengan Ramayana dan Mahabarata? Ratusan naskah Panji yang tersebar di perpustakaan berbagai negara sudah ditetapkan oleh Unesco sebagai Memory of the World (Mow). Ini adalah buku yang wajib dibaca untuk memahami Budaya Panji.

Harga Rp 70.000,-

2. TJUK KASTURI SUKIADI SANG NASIONALIS

Karya Henri Nurcahyo

Akrab dipanggil Pak Tjuk, ilmuwan ekonomi ini selalu menyebut dirinya Aktivis karena memang lebih banyak berkiprah langsung di lapangan. Dalam buku semi biografi ini  dikisahkan perihal prinsip hidupnya sebagai seorang  Nasionalis, Pancasilais, Soekarnois;  Kepedulian pada Dunia Pendidikan;  Kepedulian terhadap Seni Budaya; Relawan Sosial Dan Kemanusiaan; juga kiprahnya dalam dunia usaha menjadi Komisaris di berbagai BUMN (Semen Gresik, PTPN, BPJS dll), serta pandangannya perihal bencana semburan lumpur panas Lapindo. Pak Tjuk memang lahir dari keluarga nasionalis. Ayahnya adalah aktivis PNI dan Soekarnois yang kemudian mendidiknya menjadi Aktivis GSNI, GMNI  dan menjadi pelopor Gerakan Reformasi 1998 di Surabaya. Meski menjadi pendukung Jokowi dalam pilpres sejak awal, namun Pak Tjuk tidak segan-segan mengritiknya.  “Saya Bukan Barisan Penjilat,” tegasnya.

Harga Rp 100.000,- (soft cover), Rp 150.000,- (hard cover)

3. METANARASI PANJI – Antologi Cerpen Berbasis Cerita Panji

Editor Mashuri

Buku ini berisi 10 cerpen terbaik hasil lomba cerpen yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur. Ada nama Afrizal Malna, Ratna Indraswari Ibrahim, Gunawan Maryanto, MS. Nugroho, Diana Av Sasa, Salamet Wahedi, Hanif Nasrullah, S. Jai, Widodo Basuki, bahkan Stephanie Yulianto yang saat menulis cerpen ini masih berusia 9 tahun. Nama Panji Laras dalam dongeng ternyata diubah menjadi nama kesebelasan sepakbola. Ada kisah menarik tentang perempuan lesbi yang jatuh cinta kepada pavestri (lelaki yang merasa dirinya perempuan). Tentang perempuan yang ditabukan menjadi penulis. Bagaimana pula kisah seorang wartawan memburu sosok Supadmi yang ternyata istri Adipati 8 abad silam, yang jatuh cinta kepaa pemuda Asmaradana, hingga kemudian dikenal ilmu pelet terhadap perempuan.

Harga Rp 50.000,-

4. SENI RUPA PANTANG MENYERAH

Karya Henri Nurcahyo (penerbit Mataseger)

Buku ini berisi kumpulan artikel mengenai ulasan seni rupa. Mulai dari Tiko Hamzah yang tak pernah menyerah meski dalam kondisi lumpuh. Ada Joni Ramlan, Jansen Jasien, Made Wianta, Widodo Basuki, Makhfoed, Desemba, Rudi Isbandi, Lim Keng, Hardono, Thalib Prasojo, juga wawancara dengan Cak Kandar dan esai mengenai 50 tahun Aksera. Disamping itu ada ulasan yang membahas “Apa yang Kau Cari, Pelukis?” Bahwasanya belajar melukis tidak harus menjadi Pelukis; Dialog visual seni rupa (membahas bagaimana membaca lukisan); Membangkitkan kembali semangat S. Sudjojono; Ulasan Lukisan karya anak-anak Disabilitas; dan lain-lain. 

Harga Rp 70.000,-

5. KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF BUDAYA NUSANTARA

Karya: Antarini Arna, Adriana Venny, Pinky Saptandari,dan M. Dwi Cahyono.

Dalam narasi seni dan budaya tradisional, keberdayaan dan kekuasaan perempuan cenderung disalahpahami. Ada kecenderungan untuk meminggirkan tokoh-tokoh perempuan yang berdaya. Bahwasanya kalau perempuan menjadi pemimpin itu harus galak, harus keras, sementara perempuan pemimpin yang lemah lembut malah dianggap tidak berdaya. Hari Ibu tanggal 22 Desember itu lantas disamakan dengan Mother’s Day di negara-negara Barat. Padahal kelahiran Hari Ibu adalah dimaksudkan untuk menandai era kebangkitan keberdayaan perempuan dalam berorganisasi. Calon Arang digambarkan perempuan buruk rupa yang jahat, menakutkan dan menyebarkan wabah mematikan. Padahal Calon Arang adalah sosok pemberontak yang sulit diatasi oleh Raja Airlangga. Tidak sepenuhnya perempuan dalam Cerita Panji berada dalam peran dominasi laki-laki.

Harga Rp 70.000,-

6. BONBIN DALAM KISAH DAN TJERITA

Karya Henri Nurcahyo & Dhahana Adi (penerbit Indie Books)

Buku ini sengaja ditulis untuk menandai Hari Ulang Tahun (HUT) Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang ke-100, tanggal 31 Agustus 2016. KBS adalah ikon kota Surabaya yang sudah dikenal di seluruh Indonesia, bahkan mancanegara. Bahkan pernah menjadi bnbin terbesar di Asia Tenggara. Isi buku berbagai macam tulisan ringan. Misalnya soal H.F. Kommers (sosok yang sangat berjasa menghibahkan koleksi binatangnya hingga menjadi KBS). Hilmi Usman adalah pelopor modernisasi KBS (makanya ada patungnya). Bambang Suhardjito adalah Kamus Hidup KBS. Ternyata HUT KBS bertepatan dengan Hari Ratu. Ada Hari Murah masuk KBS. Benarkah Kancil suka mencuri Timun? Pawang Parmin tewas diterkam singa. Bagaimana KBS pada masa revolusi? Ternyata PascaProklamasi KBS belum merdeka. KBS pernah punya ikon orang utan bernama King Kong. Masih banyak kisah menarik lainnya.

Harga Rp 70.000,-

Kontak: 0812 3100 832 (Henri Nurcahyo)