Diskusi Ahli Menyusun Strategi Kebudayaan Jatim

SURABAYA: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD – Focus Group Discussion) untuk menyusun buku strategi kebudayaan Jawa Timur, Kamis (18/1/18). Acara ini berlangsung di kantor Disbudpar Jatim, Jl. Wisata Menanggal Surabaya melibatkan 10 (sepuluh) orang terpilih dengan latarbekakang beraneka, didahului oleh presentasi 2 (dua) pembicara utama yaitu Prof….

Perjalanan Imajinasi Karya Sembilan Perupa

JAKARTA: Pameran Lukisan “Semanggi Suroboyo” di Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia Jakarta, menunjukkan keberagaman karya sembilan perupa yang memesona. Tidak satupun dari mereka yang mengesankan kemiripan satu sama lain. Sebanyak 52 lukisan dari 9 perupa Surabaya ini berhasil menyajikan 9 pesona yang masing-masing memiliki daya pikat tersendiri. Dalam pameran yang berlangsung sejak hari Sabtu malam…

Dua Kutup Menggugat di Galeri Nasional

JAKARTA: Pameran lukisan “Dua Kutup” oleh masdibyo dan Gigih Wiyono di Galeri Nasional dibuka semalam (10/12). Tampil mengenakan kaos hitam bertuliskan “Koruptor Dilarang Membeli Lukisan Karya masdibyo”, pelukis ini sudah melancarkan gugatannya sebelum dia bicara. Dua buah kaos dengan desain yang sama juga dipajang di ruang pamer. Malah sebuah lukisan yang terdiri dari  6 (enam)…

Semanggi Suroboyo di Balai Budaya Jakarta

JAKARTA: Mengusung nama “Semanggi Suroboyo” 9 (sembilan) pelukis Surabaya menggelar pameran lukisan di Balai Budaya Jl. Gereja Theresia 47 Jakarta, 13 – 21 Januari 2018. Meski secara admisnistratif tidak semua berdomisili di Surabaya, bahkan hampir semuanya tinggal di Sidoarjo, tetapi rata-rata mereka berkesenian di Surabaya. Kesembilan pelukis itu adalah Amdo Brada, Setyoko, M. Fauzi, Widodo…

Masdibyo – Gigih Wiyono Pameran “Dua Kutup” di Jakarta

JAKARTA: Setelah Bandung dan Surabaya, untuk ketiga kalinya, Masdibyo (54) dan Gigih Wiyono (50) menggelar pameran lukisan berdua dengan tema “Dua Kutup” di Galeri Nasional Jakarta. Menurut rencana pameran akan dibuka oleh Eko Sulistyo, SS, Deputi IV Bidang Komunikasi Politik Presiden RI pada tanggal  10 Januari, dan pameran akan berlangsung hingga tanggal 21 Januari 2018….

Pentas Ludruk “Bui” Rasa Teater 

Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara (IBSN) mementaskan naskah “Bui” karya Akhudiat. Dimulai dari tari Remo, Bedayan, Lawakan dan masuk ke cerita utama. Andaikata tiga babak pertama itu dihilangkan, masihkah pementasan Sabtu malam (30/12) di THR Surabaya ini dapat disebut ludruk? Gaya pemanggungannya tidak berbeda sama sekali dengan teater modern, alias tidak mambu ludruk babar blas….

Catatan Akhir Tahun: Quo Vadis Seni Budaya Surabaya

OLEH HENRI NURCAHYO Menjelang akhir tahun ini Surabaya diramaikan oleh kasus (rencana) pembangunan gedung DPRD Kota Surabaya di kompleks Balai Pemuda. Ketegangan hubungan antara seniman dengan pemerintah kota Surabaya meledak dengan adanya peristiwa ini. Tanpa babibu masjid As Sakinah dirobohkan, sementara sebuah buldoser sudah siap untuk menggusur sekretariat Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan Bengkel Muda…

Membentang Pameran KOPI Jombang

SURABAYA: Komunitas Pelukis (KOPI) Jombang menggelar pameran bersama “Membentang Ijo Abang” di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jatim, yang berakhir hari ini (30/12) setelah berlangsung sejak tanggal 26/12 yang lalu. Pameran  tahunan ini adalah yang keempat kalinya namun baru pertama kalinya diselenggarakan di Surabaya setelah tiga kali sebelumnya diselenggarakan di Jombang. Sejumlah pelukis yang bertugas menjaga…

Negara adalah Penjara, Dipentaskan Ludruk Irama Budaya

SURABAYA: Penjara dimana-mana. Seperti halnya negara, dimana-mana sama saja. Tidak di Amerika, tidak Rusia, tidak Cina, juga republik bangsa kita. Negara ini adalah penjara besar, lebih besar dan keras seperti tempurung. Dan saya seperti kodok, tidak bisa membedakan antara ngorek dan ngorok. Kalimat tersebut berasal dari naskah teater modern berjudul “Bui” yang ditulis oleh Akhudiat,…

Selamatan Komunitas Seni Budaya Brangwetan

  SURABAYA: Menandai secara formal kelahiran Komunitas Seni Budaya Brangwetan, dilakukan ritual selamatan ala “Tumpeng Kalijaga” yang tidak berbentuk gunungan sebagaimana biasanya. Tidak ada menu ayam yang disajikan, melainkan berbagai jenis ikan sungai dan mahluk yang hidup di air (lele, wader, mujaer, kul), dilengkapi dengan aneka sayur dalam urap-urap dan tahu tempe. Acara tersebut berlangsung…