Humor Seniman (12): SEMBAHYANG KAKI SATU

Oleh Henri Nurcahyo AMANG RAHMAN memiliki kebiasaan blusukan ke tempat-tempat keramat. Baik berupa kuburan atau candi dan peninggalan purbakala. Nampaknya ini ada hubungannya dengan tema lukisannya yang surealistis dan ngelangut.  Dari perjalanan blusukan di sebuah desa, Amang bercerita ada orang sembahyang hanya dengan satu kaki. Padahal dia normal. Bagaimana kisahnya? Dibandingkan dengan candi-candi besar yang…

Humor Seniman (11): SURAT TERPENDEK DI DUNIA

Oleh Henri Nurcahyo HARIAN Jawa Pos pernah punya rubrik Anekdot. Saya lupa persis tahunnya, mungkin sekitar tahun 1994-1995. Diantara penulisnya yaitu Emha Ainun Najib dan Mustofa Bisri. Ternyata materi yang ditulis itu sebagian tentang Amang Rahman yang memang dikenal memiliki banyak anekdot yang menertawakan dirinya sendiri. Lantas saya bilang ke Pak Amang, “daripada ditulis orang…

Humor Seniman (10): RAYUAN MAUT BUAT ISTRI

Oleh Henri Nurcahyo PAMERAN lukisan di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta adalah dambaan setiap pelukis Indonesia. Waktu itu, TIM menjadi semacam kawasan sakral yang mampu “membaptis” seniman. Pelukis yang mampu berpameran tunggal di TIM sudah layak dianggap selebriti. Mereka sering menjadi sumber berita kalangan wartawan. Dan, ini yang menarik, banyak perempuan yang mendekatinya. Tidak terkecuali…

Humor Seniman (9): DILARANG MAKAN DAGING KAMBING

Oleh Henri Nurcahyo SELAIN batuk, Amang Rahman juga punya keluhan darah tinggi alias hipertensi. Entah berapa tensinya waktu itu, yang jelas menurut Amang dia harus mengurangi (kalau bisa berhenti) merokok dan pantang makan daging kambing. Satu lagi, biasakan berolahraga. Khususnya pagi hari. Entah dari siapa nasehat itu, tapi Amang percaya. Anjuran sederhana bagi orang kebanyakan…

Humor Seniman (8): ADA SETAN DALAM TOILET

Oleh Henri Nurcahyo KALAU saja cerita ini tidak disampaikan oleh pelakunya sendiri, saya tidak berani menuliskannya. Karena kejadiannya cukup memalukan. Tetapi OH. Supono, malah dengan bangganya menceritakan kejadian lucu (dan memalukan) itu pada sebuah acara di depan para seniman di Gedung Krishna Mustajab Surabaya. Meskipun sebelumnya saya juga sudah mendengar kisah ini dari Amang Rahman….

Humor Seniman (7): MELUKIS TERUS, KAPAN LAKUNYA?

Oleh Henri Nurcahyo TUGAS Pelukis ya melukis. Soal bagaimana lukisan itu terjual itu urusan lain. Kalau sejak awal pelukis sudah memikirkan bagaimana lukisannya laku maka tidak akan bisa murni lagi melukisnya. Sudah berorientasi pasar. Karena itu O.H. Soepono punya prinsip tegas: “Kalau saya berhadapan dengan kanvas maka saya adalah pelukis. Tetapi ketika lukisan sudah jadi…

Humor Seniman (6): DILARANG MEROKOK DALAM MOBIL

Oleh Henri Nurcahyo CERITA kali ini masih soal rokok. Ada kaitannya dengan Arifin Hidayat (alm) yaitu pelukis yang sukses sebagai pengusaha pertamanan dan juga menjadi seniman bonsai. Arifin dikenal usil mengerjai teman-temannya (di-prank, istilah sekarang). Saya sendiri pernah dikerjai dengan cara memasukkan jajanan tetel (kue dari ketan) ke dalam sepatu saya. Termasuk juga Pak Amang…

Humor Seniman (5): Tidak Pernah Kapok Merokok

Oleh Henri Nurcahyo AMANG RAHMAN adalah seorang perokok berat. Saya tidak tahu berapa pak rokok yang dihabiskannya dalam sehari tetapi setiap saat di tangannya nyaris selalu tak pernah lepas dari rokok. Bahkan sambil melukis dengan tangan kananpun masih terselip rokok di jari-jari tangan kirinya. Banyak kejadian lucu terkait rokok ini sehingga dokter mengancam tak mau…

Humor Seniman (4): MEMANFAATKAN TEMAN YANG SAKIT

Oleh HENRI NURCAHYO BALAI BUDAYA adalah sebuah galeri di Jakarta yang biasa digunakan untuk pameran lukisan. Fungsi sampingannya adalah sebagai tempat penginapan gratis bagi seniman luar kota, khususnya pelukis. Tidak terkecuali Amang Rahman. Nah bagaimana kalau diantara seniman itu ada yang sakit? Jangankan untuk beli obat, beli makanan sehari-hari saja susah. Itulah yang pernah dialami…

HUMOR SENIMAN (3): Penderitaan adalah Hiburan

Oleh HENRI NURCAHYO MEMANG ironis, ketika Amang Rahman masih dalam kondisi serba kekurangan, justru banyak kisah lucu yang terjadi. Orangpun tertawa ngakak mendengarnya, padahal yang dikisahkan itu adalah peristiwa nyata tentang penderitaan. Maklum, memang dia nyaris tanpa penghasilan yang berarti. Namun sepertinya Amang menjadikan penderitaannya sebagai sebuah hiburan tersendiri. Begitulah caranya menyiasati kehidupan.  Nama aslinya…