Jelajah Budaya Tirtayatra (5): AIR MENGUCUR DARI PAYUDARA

Catatan HENRI NURCAHYO DARI Candi Jawi di Prigen perjalanan rombongan Komunitas Seni Budaya BrangWetan diteruskan ke Candi Belahan di Dusun Belahan Jowo, Wonosunyo, Kecamatan Gempol, sekitar 40 km ke arah barat kota Pasuruan. Candi Belahan adalah cagar budaya berupa sebuah pemandian (patirtan) bersejarah dari abad ke 11, pada masa kerajaan Airlangga. Daya tariknya adalah mata…

Jelajah Budaya Tirtayatra (4): DONGENG KEBO SUWAYUWO DAN PUTRI JAJAWI

Catatan Henri Nurcahyo KEBERADAAN Candi Jawi ternyata memiliki cerita rakyat tersendiri, khususnya terkait dengan adanya sejumlah mata air di sekitarnya. Mirip dengan cerita rakyat Kediri, yaitu manusia berkepala kerbau bernama Maheso Suro yang dikubur hidup-hidup dalam sumur yang berhasil digalinya. Kalau Mahesa Sura dikhianati oleh Dewi Kilisuci, maka Kebo Suwayuwo, yang juga berkepala kerbau, dikhianati…

Jelajah Budaya Tirtayara (3): SPIRIT TOLERANSI DI CANDI JAWI

Catatan Henri Nurcahyo CANDI Jawi merupakan tempat beribadah penganut dua agama yang berbeda, atau sinkretisme agama Hindu dan Buddha. Keberadaan bangunan stupa di puncaknya identik dengan Buddha sedangkan bangunan di bawahnya identik dengan bangunan Hindu. Keberadaan relief yang mengitari Candi Jawi masih berupa misteri karena belum selesai dibaca oleh para arkeolog lantaran kondisinya yang kebanyakan…

Jelajah Budaya Tirtayatra (1) MENGENANG MADE WIANTA

Catatan Henri Nurcahyo TIRTAYATRA adalah perjalanan ritual ke tempat-tempat suci yang biasanya juga terdapat mata air yang dipercaya sebagai air amerta (air abadi, air kehidupan). Tirta (Tirtha) itu sendiri berarti air suci, air kehidupan, atau tempat suci yang mempunyai air suci. Tirtha dapat juga berarti orang-orang suci, sebab orang-orang suci umumnya berada di tempat-tempat suci…

Jelajah Budaya Tirtayatra (2): RITUAL TERIMA KASIH KEPADA AIR

Catatan Henri Nurcahyo TERLEPAS dari kepercayaan Hindu-Budha, bahwasanya air adalah sumber kehidupan bagi mahluk hidup. Sebagian besar luasan bumi ini adalah air. Bahkan tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Inilah saatnya berterima kasih dan menghormat atas jasa-jasa air. Terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberi air gratis bagi kehidupan. Itulah makna hakiki dari…

Ketua DPRD: BrangWetan Harus Berkontribusi Bangun Sidoarjo

SIDOARJO: Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Usman, M.Kes, mengharapkan agar Komunitas Seni Budaya BrangWetan dapat memberikan kontribusi positif untuk ikut serta membangun Sidoarjo, khususnya di sektor budaya secara luas sebagaimana ruang lingkupnya. Hal ini disampaikan H. Usman ketika menerima Tim BrangWetan dalam audensi di gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kamis siang (4/3). Dalam acara ini BrangWetan…

Gus Muhdlor: Utamakan Akar Budaya Kalau Mau Maju

SIDOARJO: Semua negara besar. Bahkan semua instansi pemerintahan dan lembaga apapun, kalau ingin survive, syaratnya cuma satu, harus ada akar budaya atau local wisdom. Ini paling penting dan sudah terjadi dimana-mana. Contohnya adalah di Balkan, dimana Islam pernah berkuasa 3-4 abad lamanya. Tetapi karena Islam masuk ke sana melalui perang, maka ketika perang kalah maka…

OBITUARI TJUK K. SUKIADI (4 – SELESAI): BERTEMAN ADALAH SEBUAH KEGEMBIRAAN

Catatan Henri Nurcahyo   PERTEMANAN adalah sesuatu yang sangat penting bagi seorang Tjuk Sukiadi. Pak Tjuk menjalin pertemanan dengan semua kalangan, semua usia, bahkan juga berteman dengan anak-anak muda yang pantas menjadi cucunya. Sebagaimana salah satu postingannya di fesbuk: “Berteman adalah sesuatu yang paling memberikan kegembiraan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Bahkan dengan orangtua (kalau…

WEBINAR PANJI KELANA DI EROPA

SIDOARJO: Komunitas Seni Budaya BrangWetan bekerjasama dengan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur kembali menyelenggarakan seminar dalam jaringan (Webinar) “Relevansi dan Aktualisasi Budaya Panji”. Kali ini sudah menginjak acara yang ke 7 (tujuh) kalinya dengan topik: “Kelana Panji di Eropa,” Kamis, 21 Januari 2021, pukul 14.00 – 16.00 WIB. Narasumber webinar kali ini adalah: (1)…

OBITUARI TJUK K. SUKIADI (3): ISTERI PAK TJUK SUDAH KEMBALI KE RUMAH

Catatan Henri Nurcahyo POSTINGAN Yuni Sugiyo di fesbuk ini sungguh membuat saya kaget: Innalillahi wa innailaihi rojiun BKKKS jawa timur berduka lagi kemarin pak Tjuk menghadap sang khaliq hari ini bu tuti moga almarhum almarhummah diampuni semua dosa”nya , diterima amal ibadahnya & di tempatkan disurganya. amiin…. (pukul 09.14). Saya langsung respon: “Bu Tuti siapa?…