Peringatan Seribu Tahun Prasasti Cane

LAMONGAN: Ini sebuah peristiwa yang sangat langka. Prasasti Cane yang dikeluarkan Raja Airlangga (943 Saka atau 1021 M) kali ini diperingati 1000 (seribu) tahun, tepat pada tanggal 27 Oktober 2021. Acara dilangsungkan di bumi perkemahan Mahoni Raya, di dusun Cane, tempat ditemukannya, yang sekarang masuk desa Candisari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan. Acara ini dinamakan Jambore…

Pergelaran Panji: Yuyu Kangkang Bukan Kepiting

KEDIRI: Pergelaran Budaya Panji yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menyajikan pertunjukan yang beragam. Mulai dari karya tari, ketoprak anak, kentrung, jemblung, sendratari, dan juga jaranan. Yang menarik, dalam sebuah pertunjukan ternyata sosok Yuyu Kangkang tidak ditampilkan sebagai hewan (kepiting) melainkan seorang perompak sungai Brantas yang berjuluk “Brandal Brantas.” Acara…

Rekomendasi Seminar Cagar Budaya Penanggungan

Keterangan foto: Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim, Sri Untari, menerima hadiah buku karya Henri Nurcahyo. TRAWAS: Seminar tentang “Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi Cagar Budaya Kawasan Gunung Penanggungan” di Ubaya Traning Center (UTC) Trawas Mojokerto berlangsung sehari penuh, Sabtu, 16  Oktober 2021. Tetapi meskipun secara formal tidak dibacakan hasil rekomendasi namun setidaknya ada 3 (tiga) masalah…

CERITA PANJI BUKAN HANYA MASA LALU

TELAH banyak Cerita Panji dibicarakan dimana-mana dalam berbagai forum. Sudah sering diselenggarakan bermacam event berupa festival, pergelaran dan semacamnya. Berbagai upaya pengenalan kembali Cerita Panji tersebut patut mendapat apresiasi. Satu hal yang didapatkan dari serangkaian acara itu adalah, ada kesan bahwa Cerita Panji hanyalah dianggap sebagai warisan masa lalu yang adiluhung dan harus dikenang begitu…

Anekdot Seniman (23): AMANG RAHMAN MENINGGAL DUNIA 4 KALI

Catatan Henri Nurcahyo AMANG Rahman memang sudah meninggal dunia tanggal 15 Januari 2001. Sayang sekali Pak Amang tidak dapat menghadiri pameran ulang tahunnya ke-70 yang diselenggarakan pada akhir tahun yang sama. Juga peluncuran penerbitan bukunya yang saya tulis bersama dengan Mamannoor (alm). Tetapi ternyata sebelumnya dia sudah pernah “meninggal dunia” sebanyak 3 (tiga) kali. Jadi…

Anekdot Seniman (22): MAKAN DAN BAYAR, APA HUBUNGANNYA?

Catatan Henri Nurcahyo LAZIMNYA orang makan di warung itu ya harus bayar. Tapi hal ini tidak berlaku bagi seniman yang biasa nongkrong di Balai Pemuda tahun-tahun lampau. Meski mereka suka bicara idealisme sampai nyundhul langit namun ketika perut minta diisi ternyata menjadi persoalan tersendiri. Dasar seniman, ada saja akal mereka agar bisa tetap makan tanpa…

Anekdot Seniman (21): AGAR UANG TAK DIKETAHUI ISTRI

Catatan Henri Nurcahyo BARANGKALI masih berlaku sampai sekarang, bahwasanya ada di antara para pelukis suka menyembunyikan hasil penjualan lukisannya kepada istri. Memang tidak semua, namun ada saja “kreativitas” mereka agar istrinya tidak mengetahui suaminya punya uang. Kalau toh masih ketahuan, itu berarti tergolong istri yang “pinter cari uang.” Artinya, dimana saja suaminya menyimpan uang, pasti…

Anekdot Seniman (20): AMANG RAHMAN MERAYU PRAMUGARI

Catatan Henri Nurcahyo KETIKA Amang Rahman sudah mulai laku lukisan-lukisannya, dia dengan gagahnya bisa naik pesawat terbang, bukan lagi naik kereta api seperti biasanya. Dari balik jendela pesawat inilah  dia memandang awan gemawan di langit yang sering menjadi objek lukisannya. Kalau biasanya dia hanya imajinasi, sekarang bisa melihat langsung dari jarak dekat. Tapi siapa sangka…

Anekdot Seniman (19): NYEGAT MOBIL WALIKOTA

Catatan Henri Nurcahyo SIAPAKAH yang berani mencegat mobil walikota dan kemudian ikut numpang? Pelukis M. Daryono pernah melakukan hal itu. Zaman Surabaya dipimpin oleh Walikota Moehadji Widjaja (1979 – 1984) memang kalangan seniman sangat dekat. Hal ini mengulang masa-masa kepemimpinan Walikota Soekotjo (1965 – 1969 – 1974) yang kemudian melahirkan Dewan Kesenian Surabaya (DKS). Walikota…

Anekdot Seniman (18): TANPA UANG, BISA NAIK ANGKUTAN DAN MAKAN DI RESTORAN

Catatan Henri Nurcahyo BARANGKALI dari sekian banyak anekdot terkait Amang Rahman maka inilah yang paling dramatis sekaligus lucu. Bagaimana mungkin Amang dan Ipe Ma’aruf dapat pergi ke Malang naik Mobil Penumpang Umum (MPU) dan makan di restoran padahal tidak punya uang sama sekali? Ketika saya  mendengar kisah ini merasa deg-degan hingga akhirnya tertawa ngakak. Improvisasi…