OBITUARI TJUK K. SUKIADI (4 – SELESAI): BERTEMAN ADALAH SEBUAH KEGEMBIRAAN

Catatan Henri Nurcahyo   PERTEMANAN adalah sesuatu yang sangat penting bagi seorang Tjuk Sukiadi. Pak Tjuk menjalin pertemanan dengan semua kalangan, semua usia, bahkan juga berteman dengan anak-anak muda yang pantas menjadi cucunya. Sebagaimana salah satu postingannya di fesbuk: “Berteman adalah sesuatu yang paling memberikan kegembiraan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Bahkan dengan orangtua (kalau…

OBITUARI TJUK K. SUKIADI (3): ISTERI PAK TJUK SUDAH KEMBALI KE RUMAH

Catatan Henri Nurcahyo POSTINGAN Yuni Sugiyo di fesbuk ini sungguh membuat saya kaget: Innalillahi wa innailaihi rojiun BKKKS jawa timur berduka lagi kemarin pak Tjuk menghadap sang khaliq hari ini bu tuti moga almarhum almarhummah diampuni semua dosa”nya , diterima amal ibadahnya & di tempatkan disurganya. amiin…. (pukul 09.14). Saya langsung respon: “Bu Tuti siapa?…

OBITUARI (2): HARI-HARI TERAKHIR TJUK KASTURI SUKIADI

Catatan Henri Nurcahyo   TERLALU banyak yang bisa ditulis tentang seorang Tjuk Kasturi Sukiadi. Dalam perjalanan usianya yang mencapai 75 tahun (tiga perempat abad) lelaki yang selalu menolak kemapanan ini sudah kenyang makan asam garam kehidupan. Meski dikenal sebagai Doktor Ekonomi dari Universitas Airlangga namun Pak Tjuk sudah malang melintang di berbagai posisi, kecuali di…

OBITUARI TJUK KASTURI SUKIADI

Bagian Pertama Catatan Henri Nurcahyo SETELAH terbaring beberapa hari di ruang ICU Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) milik Universitas Airlangga, Tjuk Kasturi Sukiadi akhirnya pulang ke haribaan-NYA sore ini (16/1). Tentu saja saya sedih, karena sejak mendengar kabar Pak Tjuk masuk ICU karena terpapar Covid 19, saya selalu berharap beliau berhasil keluar dengan wajah gembira….

MENDHAK SANGGRING, KEARIFAN LOKAL DESA TLEMANG

Catatan Henri Nurcahyo   MAKNA harfiah dari Mendhak adalah ritual untuk memeringati “ulang tahun kematian”   atau disebut Haul. Sedangkan Sanggring adalah nama masakan berkuah (orang Lamongan menyebut sayur) yang berbahan baku ayam dan dimasak dengan cara-cara khusus. Jadi Mendhak Sanggring adalah rangkaian ritual yang secara umum sama dengan Bersih Desa sekaligus sebagai pesta rakyat atas…

Pertanyaan Panjang Film “Debu Muara”

Catatan Henri Nurcahyo MENONTON gala premier film “Debu Muara” bagaikan diberondong pertanyaan bertubi-tubi sejak awal hingga akhir. Serangkaian pertanyaan itulah yang kemudian membuat penasaran dan menuntut jawaban. Namun hingga film sepanjang 1,25 jam itu usai pertanyaan-pertanyaan tetap tak terjawab. Apakah pertanyaan memang harus ada jawaban? Bagaimana kalau jawaban itu sendiri adalah juga sebuah pertanyaan? Manusia…

Ekspresi Budaya di Tengah Pandemi

Catatan Henri Nurcahyo Gara-gara pandemi Covid-19 maka semua orang dipaksa berada di rumah saja. Bekerja dari rumah, beribadah di rumah, sekolah hanya dari rumah. Semua aktivitas pertemuan yang melibatkan banyak orang juga harus dilakukan dari rumah saja melalui bantuan teknologi internet. Wacana kesehatan dan ekonomi lantas dipertentangkan. Seolah-olah kalau masyarakat memilih tetap sehat maka harus…

Belajar Aksara Jawa di BrangWetan

KALAU kamu mengaku orang Jawa tapi tidak memahami aksara Jawa, apa kata dunia? Apalagi sampai tidak mampu berbahasa Jawa dengan baik, karena sudah kadung terbiasa sehari-hari berbahasa Indonesia. Itulah sebabnya muncul sindiran “Wong Jawa Kelangan Jawane” alias orang Jawa yang sudah kehilangan (budaya) Jawanya. Ironisnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa pelajaran bahasa Jawa tidak diminati…

Istimewa, Lukisan Serpihan Batu di Atas Kanvas

Addy Prana membuat karya lukis yang unik dan eksklusif. Ratusan atau bahkan ribuan pecahan batu-batu kecil dari beragam warna ditempelkan sedemikian rupa di atas kanvas sebagai pengganti cat. Medan kreativitas lelaki asal Malang ini tanpa batas. Apapun telah dikerjakan untuk menuruti gejolak kreativitasnya. Sepanjang perjalanan sejak akhir tahun 1970-an sudah banyak membuat karya seni dari…

Dewan Kesenian yang Terus Mengambang

OLEH HENRI NURCAHYO   Dewan Kesenian Surabaya (DKS) sedang bergolak. Masa kepengurusan habis, pergantian pengurus melalui Musyawarah Seniman namun hasilnya tidak diakui Pemkot Surabaya. Sementara Dewan Kesenian Jawa Timur (DK Jatim) juga sudah ada pergantian pengurus melalui Musda juga, tetapi hingga kini tidak ada kabar pengukuhan melalui Surat Keputusan Gubernur. Mengapa selama ini Dewan Kesenian…