Kontemplasi Merunduk Beni Dewo

Catatan Henri Nurcahyo Beni Dewo pameran tunggal di AJBS Art Gallery Surabaya. Tema lukisannya adalah Humility yang dimaknai sebagai andhap asor atau kerendahan hati. Lukisannya berupa figur-figur yang semuanya dengan kepala tertunduk, menunduk atau merunduk. Menurut Beni, Humility merupakan falsafah hidup merendahkan diri tanpa menghilangkan wibawa diri. Merunduk seperti tanaman padi yang siap dipanen. Bahwa…

Musuh Aktivis Bukan Pemerintah

Catatan Pentas Teater Sanggar Lidi Surabaya Oleh HENRI NURCAHYO   Sanggar Lidi Surabaya mementaskan teater di Gedung Cak Durasim dua minggu yang lalu (11/4) dengan judul “Aktivzm”. Pertunjukan ini berkisah mengenai hitam putih dunia aktivis, yaitu orang-orang yang pernah menjadi pelaku langsung terjadinya perubahan besar dalam perjalanan sebuah negeri. Mereka adalah para demonstran dan/atau aktivis…

Catatan Evaluasi Ludruk Gita Praja Jombang

Oleh Cak Edy Karya Ludruk Gita Praja dari Kab. Jombang ketiban sampur menjadi penyaji kedua tahun 2018 dalam program Pergelaran Periodik Teater Tradisi yang diselenggarakan oleh UPT. Taman Budaya Provinsi Jawa Timur di Taman Krida Budaya Malang Sabtu (14/4). Ludruk yang dipimpin Cak Heru Pamungkas ini mengangkat lakon berbasis sejarah berjudul “Kidung Gunung Pucangan” yang…

Novyta Mijil, Koreografer Terbaik Tari Pergaulan

SURABAYA: Mencipta dan menggarap tari bukan hal yang baru bagi Novyta Mijil Purwana Is. Perempuan kelahiran Tulungagung 26 November 1986 ini sudah aktif menjadi koreografer tari sejak 2008. Bergabung bersama Sanggar Tari Pendopo Blitar, tari-tari garapannya ditampilkan di berbagai festival lokal, daerah dan nasional. Tidak berlebihan ketika dirinya didaulat sebagai Penata Tari Terbaik di ajang…

Catatan Akhir Tahun: Quo Vadis Seni Budaya Surabaya

OLEH HENRI NURCAHYO Menjelang akhir tahun ini Surabaya diramaikan oleh kasus (rencana) pembangunan gedung DPRD Kota Surabaya di kompleks Balai Pemuda. Ketegangan hubungan antara seniman dengan pemerintah kota Surabaya meledak dengan adanya peristiwa ini. Tanpa babibu masjid As Sakinah dirobohkan, sementara sebuah buldoser sudah siap untuk menggusur sekretariat Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan Bengkel Muda…

Balai Pemuda: Seniman dan Anjing Dilarang Masuk

  Catatan Henri Nurcahyo   Ketika masih bernama De Simpangsche Societeit, Balai Pemuda menjadi tempat rekreasi orang-orang Belanda untuk pesta ria, dansa dan hura-hura. Hanya golongan mereka saja yang boleh masuk, sebagaimana jelas terpampang di sebuah plang: Verboden voor honden en Inlander (dilarang masuk bagi anjing dan pribumi). Ketika kemudian sekarang ini Pemerintah Kota Surabaya hendak…