Hari Ghulur menuju American Dance Festival

SURABAYA: Seniman muda potensial Surabaya, Moh. Hariyanto alias Hari Ghulur bakal berlebaran di Amerika Serikat karena Selasa siang ini (12/6) harus terbang ke Durham North Carolina untuk mengikuti forum bergengsi dalam dunia tari internasional yaitu American Dance Festival (ADF). Dosen tetap Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya ini menjadi orang Jawa Timur kedua yang berhasil…

Zaman Makin Bebas, Wayang Didera Banyak Masalah

SURABAYA: Pertunjukan wayang kulit konvensional sudah tidak bisa memenuhi tuntutan zaman yang serba cepat dan instan, sementara sifat pertunjukan wayang sendiri yang sudah semakin lentur dan fleksibel untuk diubah dan dieksplorasi. Maka perubahan demi perubahan terjadi tanpa terbendung dan diterima sebagian publik penikmat pertunjukan wayang. Dalam Sarasehan Seniman Dalang yang berlangsung Kamis malam (31/5) dalang…

Kantong Bolong Lahir Setelah Dalang Panut Tiada

SURABAYA: Kelompok Karawitan dan Campursari “Kantong Bolong” Kamis malam (31/5) mengisi acara rutin Uyon-uyon di gedung Graha Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Jalan Wisata Menanggal Surabaya. Kelompok ini lahir setelah dalang asal Nganjuk, Ki Panut Darmoko meninggal dunia sekitar 9 (sembilan) tahun yang lalu, yang diprakarsai para panjak yang biasanya mengiringi…

Prof Djoko Saryono: Tanpa Wayang, Tidak Ada Kejawaan

SURABAYA: Wayang sebagai lakon sekaligus seni pertunjukan dapat hidup sampai sekarang berkat kefundamentalan dan kestrategisannya dalam kehidupan masyarakat, kebudayaan, dan peradaban Indonesia khususnya Jawa. Tanpa wayang, tidak ada kejawaan; kejawaan tiada berarti tanpa wayang. Sebagaimana dikatakan oleh orang Inggris bahwa tidak ada Inggris tanpa Shakespeare, dalam hal ini juga dapat dikatakan bahwa tidak ada masyarakat,…

Dalang Harus Kreatif  tapi Tetap Ajarkan Kebaikan

SURABAYA:  Dalam hidup itu yang penting ada perubahan, dan perubahan itu inovasi dan kreativitas. Dimanapun dan dalam bidang apapun, kalau kita tidak memiliki  pikiran-pikiran tentang perubahan maka kita akan ketinggalan. Ini adalah modal dalam kinerja kehidupan. Kita harus kreatif, inovatif dan tanggap terhadap situasi sosial. Bagaimana kondisi sosial saat ini dan bagaimana kita melakukan hal…

Prof Henri Subiyakto: “Dalang Harus Kenal Media Sosial”

SURABAYA:  Posisi dalang wayang memiliki peran yang sangat penting sejak dulu hingga sekarang, tetapi harus diingat bahwa dunia sudah berubah. Media massa sudah bukan lagi berupa kertas, radio dan televisi, tetapi media sosial. Kecenderungan masyarakat untuk mengonsumsi media sosial semakin besar dan justru lebih mempercayainya. Karena itu dalang harus kenal media sosial. Hal itu disampaikan…

Ziarah ke Makam Cak Durasim

SURABAYA:  Tokoh legendaris ludruk Cak Durasim, tidak terpisahkan dengan Taman Budaya Jawa Timur (TBJT). Nama Cak Durasim digunakan sebagai nama Gedung Kesenian di kompleks TBJT. Karena itu setiap tanggal 20 Mei pimpinan dan staf TBJT menyempatkan diri melakukan ziarah ke makam Cak Durasim yang berada di kompleks pemakaman Tembok Surabaya, sebagaimana yang dilakukan pagi tadi…

Jangan Umbar Nafsu, Pesan Wayang Thengul

BOJONEGORO: Pergelaran wayang thengul di desa/kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro menyampaikan pesan moral perihal pentingnya mengendalikan nafsu kekuasaan dan nafsu susila. Hal ini disampaikan secara berturut-turut melalui lakon “Bandar Subali” yang dibawakan dalang Trio Bayu Aji (18 tahun) dan Ki Darno Asmoro (54) dengan lakon “Pendeta Ploso Barot Dusta”, Sabtu (12/5) yang berlangsung hingga Minggu dini hari….

Workshop Tari Garapan Baru di Taman Budaya Jatim

SURABAYA: Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan (workshop) Tari Garapan Baru yang diikuti oleh 75 peserta dari 37 kab/ kota se-Jawa Timur pagi hari ini hingga besok sore (8-9/5). Masing-masing sanggar di kab/kota mengirimkan 2 (dua) peserta yang kemudian dilatih oleh narasumber Drs. Sabar Harianto, MPd, Ayu Titis Rukmanasari, MSn, dan…

Banyuwangi, Lamongan dan Ponorogo Juara Karya Tari

SURABAYA: Festival Karya Tari (FKT) Jawa Timur 2018 yang diselenggarakan oleh Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur menghasilkan 3 (tiga) Penyaji Terbaik Tanpa Peringkat yaitu Banyuwangi, Lamongan dan Ponorogo. Acara ini diikuti oleh 30 peserta mewakili kota/kabupaten se-Jawa Timur, berlangsung sejak hari Jumat (27/4) dan berakhir Minggu sore (29/4) di gedung kesenian…