Sanggar Lidi, Belum Enam Tahun Sudah Produktif

SURABAYA: Sanggar Lidi Surabaya, yang besok malam (11/4) menggelar pementasan teater di Gedung Cak Durasim, adalah sebuah wadah yang digagas untuk menciptakan generasi muda yang kreatif, serta tetap memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Disamping itu juga mampu memberikan sumbangan positif terhadap dunia kreatif di Negara Republik Indonesia. Ketua Sanggar Lidi, Wawan Kurniawansyah,…

Ada Dua Perempuan Peserta Festival Dalang Bocah

SURABAYA: Sampai dengan Selasa pagi (10/4) tercatat sebanyak 24 peserta mengikuti Festival Dalang Bocah yang diselenggarakan oleh      UPT Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian (LPPKesenian)  Disbudpar Jawa Timur di pendopo Jayengrana Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya. Dalam acara yang berlangsung hingga besok malam itu (11/4) bertindak sebagai Dewan Pengamat adalah Dr. Bambang…

Ledhek Jimbe, Mengenang Pusat Pelatihan yang Hilang

SURABAYA: Tari Pergaulan “Ledhek Jimbe” dinobatkan sebagai juara pertama dalam Festival Tari Pergaulan Jawa Timur di gedung Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, Kamis (29/3). Dalam acara yang diselenggarakan oleh UPT Laboratorium, Pelatihan dan Pengembangan Kesenian (LPPK) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim itu para penari Ledhek Jimbe juga meraih predikat “Peraga Terbaik”, bahkan koreografernya…

Seni Bantengan Versi Mahasiswa Teater STKW

SURABAYA: Serambi Teater, komunitas teater Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya menampilkan pertunjukan Bantengan dalam acara perayaan Hari Teater Dunia (Hartedu) di halaman Taman Budaya Jawa Timur, Selasa (27/3). Pertunjukan seni tradisi yang dijadikan ikon kesenian Kabupaten Mojokerto itu memberi warna tersendiri dari kebanyakan kelompok lainnya yang berupa pementasan di panggung. Dari 15 pemain, 7…

Plesetan Lakon Calon Arang Jadi Calo Larang

SURABAYA: Kreativitas ini patut diacungi jempol. Lakon Calon Arang yang terkenal itu diubah dengan judul “Calo Larang” (Calo Mahal) dalam pementasan teater  Sang Gendang dari SMPN 2 Sukodono Sidoarjo. Meski judulnya  yang diubah, namun substansi  persoalannya masih tetap dengan setting masa kini. Dalam versi aslinya, Calon Arang adalah sosok perempuan dalam cerita rakyat yang digambarkan…

Hari Teater Dunia dengan Puncak Musuh Masyarakat

SURABAYA: Peringatan Hari Teater Dunia (Hartedu) dilakukan oleh 16 (enam belas) komunitas teater Surabaya di Taman Budaya Jawa Timur (27/3). Acara ini diprakarsai oleh Jurusan Teater SMKN 12 Surabaya yang  menyajikan pertunjukan pamungkas “Musuh Masyarakat” dari naskah Henrik Ibsen yang diterjemahkan oleh Asrul Sani dan diadaptasi bebas oleh R. Giryadi. Perayaan bertema Teater Membangun Karakter…

Kabupaten Blitar Juara Festival Tari Pergaulan

SURABAYA: Melalui karya berjudul “Ledhek Jimbe” Kabupaten Blitar meraih Juara Pertama Festival Tari Pergaulan se-Jatim yang diselenggarakan oleh UPT Laboratorium, Pelatihan dan Pengembangan Kesenian (LPP Kesenian) di gedung Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya, Kamis (29/3). Acara ini seharusnya diikuti oleh 18 grup namun ada 4 (empat) grup yang tidak hadir…

Wayang Beber Perlu Jadi Muatan Lokal

PACITAN: Wayang Beber Pacitan perlu direvitalisasi melalui berbagai kegiatan masyarakat agar tidak mengalami kepunahan. Salah satu kegiatan strategis yang dapat dilakukan antara lain pembelajaran Wayang Beber melalui jalur pendidikan formal di sekolah-sekolah. Pelajaran seni budaya di sekolah, misalnya, diharapkan dapat memasukkan materi Wayang Beber Pacitan sebagai muatan lokal yang dapat menunjang upaya pelestarian kesenian tradisional…

Gelar Wayang Beber Dua Dalang

PACITAN: Pergelaran wayang beber di pendopo Kabupaten Pacitan Senin (26/3) berlangsung unik karena dilakukan oleh dua dalang di atas pentas. Yang menarik, satu dalang memang sudah senior, yaitu Rudhi Prasetya, sedangkan dalang satunya adalah anak muda, siswa SMK kelas XII (tiga). Acara tersebut diselenggarakan oleh UPT Laboratorium, Pelatihan dan Pengembangan Kesenian (LPP Kesenian) Dinas Kebudayaan…

Nama Ludruk Brawijaya Berasal dari Wangsit

MALANG: Genap sepuluh tahun Ludruk Brawijaya berdiri. Penggunaan nama “Brawijaya”  itulah yang diyakini membawa berkah berdasarkan wangsit yang didapat dari situs Sumur Upas di Trowulan. “Sebelumnya bernama “Mulya Budaya”, namun selama satu tahun hanya mendapatkan satu tanggapan saja,” jelas Mulyono (50 tahun) pimpinan ludruk yang berpusat di desa Pandan Arum, Pacet, Kabupaten Mojokerto. Ditemui menjelang…