Pergelaran Panji: Yuyu Kangkang Bukan Kepiting

KEDIRI: Pergelaran Budaya Panji yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menyajikan pertunjukan yang beragam. Mulai dari karya tari, ketoprak anak, kentrung, jemblung, sendratari, dan juga jaranan. Yang menarik, dalam sebuah pertunjukan ternyata sosok Yuyu Kangkang tidak ditampilkan sebagai hewan (kepiting) melainkan seorang perompak sungai Brantas yang berjuluk “Brandal Brantas.” Acara…

Jelajah Budaya Tirtayatra (15 – Habis): REVITALISASI CANDI JALATUNDA

Catatan Henri Nurcahyo SESUNGGUHNYA masih banyak yang dapat diceritakan terkait dengan Candi Patirtan Jalatunda, tetapi rangkaian tulisan ini hanyalah sebuah langkah awal untuk penulisan selanjutnya. Hanya bercerita mengenai air amrta saja sudah dapat menjadi buku tersendiri. Apalagi ternyata terdapat puluhan mata air di kawasan pemukiman, sawah dan hutan yang keluar dari sumber Jalatunda ini. Itu…

Jelajah Budaya Tirtayatra (14): JALATUNDA ADALAH PERPUSTAKAAN

Catatan Henri Nurcahyo JALATUNDA bagi umat Hindu adalah tempat suci untuk persembahyangan dan upacara ritual. Bagi kalangan ilmuwan, Jalatunda adalah laboratorium ilmiah yang sangat menarik dikaji keberadaannya lantaran masih banyak yang belum terungkap. Keberadaan batu-batuan arca di halaman dan dalam bangunan menunjukkan bahwa bentuk asli Jalatunda masih belum dapat direkonstruksi secara utuh.   Juga adanya…

Jelajah Budaya Tirtayatra (13): NAMA JALATUNDA DAN AIR AMERTA

Catatan HENRI NURCAHYO TIDAK ada bukti yang dapat dirujuk mengenai asal mula nama Jalatunda. Yang justru berkembang adalah cerita-cerita rakyat terkait dengan Jalatunda, bahkan juga cerita mengenai perjalanan Airlangga yang didramatisasi sedemikian rupa. Dalam perspektif kearifan lokal, munculnya cerita-cerita itu mengindikasikan bahwa masyarakat setempat ingin mengklaim bahwa mereka memiliki hubungan emosional-spiritual dengan Jalatunda. Bahkan ada…

Jelajah Budaya Tirtayatra (11): BENARKAH JALATUNDA DIBANGUN UDAYANA?

Catatan Henri Nurcahyo SEJAK kapan Jalatunda dibangun? Prasasti yang berkenaan dengan pendirian candi ini masih belum diketemukan sehingga sejarah pembangunan bangunan suci ini belum dapat diungkap dengan gamblang. Tetapi pada dinding candi sebelah selatan (arah kanan kalau menghadap ke candi, hn) terbaca jelas prasasti pendek dengan huruf-huruf besar yang terbaca angka tahun 899 Caka (977…

Jelajah Budaya Tirtayatra (9): JALATUNDA, SIAPA PUNYA?

Catatan HENRI NURCAHYO Jalatunda bukan sekadar candi biasa, melainkan juga pusat mata air yang tak pernah surut sepanjang masa. Bukan sekadar air bersih yang bermineral tinggi, tetapi air amerta yang bertuah. Jalatunda berada dalam naungan Gunung Penanggungan yang suci, swarloka (swargaloka), tempat bersemayam para dewa. Puluhan peninggalan purbakala berserak di lereng gunung ini, dimana para…

Jelajah Budaya Tirtayatra (8): KAWASAN MATA AIR YANG MERANA

Catatan HENRI NURCAHYO SEKIAN tahun yang lalu, puluhan tahun, bahkan ratusan tahun yang lalu, kawasan Jedong adalah daerah yang kaya mata air. Bekas-bekasnya masih dapat dilihat dengan jelas hingga sekarang ini. Tanda yang paling gamblang adalah sebuah kolam renang di seberang Situs Jedong yang sudah beberapa tahun mangkrak. Kolam berkeramik itu dibiarkan terlantar. Ada pintu…

Jelajah Budaya Tirtayatra (7): JEDONG ADALAH KOMPLEKS PERCANDIAN

Catatan HENRI NURCAHYO JADI yang disebut Candi Jedong sebetulnya merupakan kompleks percandian. Ada rumah-rumah resi, ada rumah ibadah, ada situs mata air yang dikeramatkan, ada sendang (kolam air), namun yang tersisa dalam kondisi relatif baik hanyalah dua buah gapura paduraksa. Gapura inilah yang pernah dipugar selama 10 tahun sejak tahun anggaran 1992/1993 hingga selesai tahun…

Jelajah Budaya Tirtayatra (6) PEMUKIMAN BRAHMANA DI CANDI JEDONG

CANDI Jedong yang ada di Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto, sesungguhnya bukan bangunan candi sebagaimana biasanya. Hanya ada dua buah gapura paduraksa sebagai pintu masuk sebuah areal kosong yang kira-kira seluas lapangan sepakbola. Justru areal kosong berpagar itulah sebetulnya yang “bersejarah” karena konon merupakan kompleks pemukiman para brahmana atau resi yang hidup menarik…

Jelajah Budaya Tirtayatra (5): AIR MENGUCUR DARI PAYUDARA

Catatan HENRI NURCAHYO DARI Candi Jawi di Prigen perjalanan rombongan Komunitas Seni Budaya BrangWetan diteruskan ke Candi Belahan di Dusun Belahan Jowo, Wonosunyo, Kecamatan Gempol, sekitar 40 km ke arah barat kota Pasuruan. Candi Belahan adalah cagar budaya berupa sebuah pemandian (patirtan) bersejarah dari abad ke 11, pada masa kerajaan Airlangga. Daya tariknya adalah mata…