{"id":1422,"date":"2022-05-09T23:27:51","date_gmt":"2022-05-09T23:27:51","guid":{"rendered":"http:\/\/brangwetan.com\/?p=1422"},"modified":"2026-01-05T17:24:35","modified_gmt":"2026-01-05T17:24:35","slug":"katalog-buku-panji-brangwetan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/brangwetan.com\/?p=1422","title":{"rendered":"KATALOG BUKU PANJI &#8211; BRANGWETAN"},"content":{"rendered":"<ol>\n<li><strong>MEMAHAMI BUDAYA PANJI <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Karya Henri Nurcahyo &#8211; <strong>Harga Rp 70.000,-<\/strong><\/p>\n<p><strong> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1423\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/27-Panji-600x800.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/27-Panji-600x800.jpg 600w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/27-Panji.jpg 720w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/strong><\/p>\n<p>Apakah yang disebut Panji? Cerita Panji? Budaya Panji? Kesemuanya ini nampak masih asing bagi banyak orang, padahal mereka sebetulnya sudah tahu namun tidak merasa tahu. Dongeng Ande-ande Lumut adalah salah satu contoh cerita Panji dalam bentuk dongeng. Ada ratusan versi Cerita Panji yang tersebar ke seluruh penjuru nusantara dan negara-negara Asia Tenggara. Cerita Panji yang berasal dari Kediri ini berujud dalam seni pertunjukan, batik, topeng, dan juga belasan relief candi. Apa hubungannya Cerita Panji dengan lingkungan hidup? Apa bedanya dengan Ramayana dan Mahabarata? Ratusan naskah Panji yang tersebar di perpustakaan berbagai negara sudah ditetapkan oleh Unesco sebagai <em>Memory of the World<\/em> (Mow). Ini adalah buku yang wajib dibaca untuk memahami Budaya Panji.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>PANJI PAHLAWAN NUSANTARA <\/strong><strong>\u2013 editor: Henri Supriyanto, <\/strong>Co editor: Henri Nurcahyo<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Harga Rp 85.000,- <\/strong><\/p>\n<p>Antologi makalah: Abdurahman Kaeh (Malaysia), Henri Supriyanto, Lydia Kieven, Ayu Sutarto, Sunu Catur Budiyono, Soenarto Timur, Setya Yuwana Sudikan, M. Dwi Cahyono, Anung Tedjowirawan, Arif Mustofa, Lilik Wahyuni.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1424\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cover-depan.jpg\" alt=\"\" width=\"491\" height=\"644\" \/><\/p>\n<p>3.<strong> KELANA PANJI DI BAKUMPAI &#8211; Novel Henri Nurcahyo<\/strong><\/p>\n<p>Harga Rp 80.000,-<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-2552\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cover-OK-633x800.jpeg\" alt=\"\" width=\"494\" height=\"624\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cover-OK-633x800.jpeg 633w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cover-OK.jpeg 677w\" sizes=\"auto, (max-width: 494px) 100vw, 494px\" \/><\/p>\n<p>Novel ini mengisahkan perjalanan lelaki asal Kediri, Panji Kertapati, ke Kalimantan Selatan, khususnya ke suku Bakumpai di kabupaten Barito Kuala. Dia menemukan bahwa Cerita Panji yang sangat berbeda dengan yang dikenalnya di tanah Jawa. Kalau cerita aslinya Sekartaji berjodoh dengan Raden Panji Inukertapati, namu di Bakumpai berjodoh dengan Jinggan Anum. Sementara Raja Kelana yang gagal menyunting Sekartaji sampai tega memenggal leher Sekartaji dan membuang kepalanya ke laut (sungai). Sementara Panji dari Kediri itu sendiri, hilang ditelan sungai Barito dan ditawan oleh kerajaan buaya di dasar sungai.<\/p>\n<p><strong>4. CERITA PANJI DARI BANYUWANGI. Oleh Henri Nurcahyo<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-2553\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-BANYUWANGI-COVER-copy-Copy-592x800.jpg\" alt=\"\" width=\"488\" height=\"659\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-BANYUWANGI-COVER-copy-Copy-592x800.jpg 592w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-BANYUWANGI-COVER-copy-Copy-758x1024.jpg 758w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-BANYUWANGI-COVER-copy-Copy-768x1037.jpg 768w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-BANYUWANGI-COVER-copy-Copy-1137x1536.jpg 1137w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-BANYUWANGI-COVER-copy-Copy-1516x2048.jpg 1516w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-BANYUWANGI-COVER-copy-Copy.jpg 1836w\" sizes=\"auto, (max-width: 488px) 100vw, 488px\" \/><\/p>\n<p>Cerita Panji menyebar ke seluruh nusantara dalam berbagai bentuk dan isi yang menyesuaikan dengan budaya setempat. Tidak terkecuali di Banyuwangi, Cerita Panji tidak lagi bicara soal Janggala dan Panjalu, bukan Raden Panji Inukertapati dan Dewi Candrakirana. Cerita Panji di Banyuwangi mewujud dalam legenda Sri Tanjung dan Sidopekso; Banterang Surati; Jakripah dan Paman Iris; Panji Sumirah; Panji Gimawang; bah-kan ditemukan naskah kuno Lontar Juwarsah yang ternyata isinya \u201cPanji banget.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>5. CERITA PANJI RAMAH ANAK &#8211; Oleh Henri Nurcahyo<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-2554\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/1-Cover-kecil-Copy-2-601x800.jpeg\" alt=\"\" width=\"492\" height=\"654\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/1-Cover-kecil-Copy-2-601x800.jpeg 601w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/1-Cover-kecil-Copy-2.jpeg 638w\" sizes=\"auto, (max-width: 492px) 100vw, 492px\" \/><\/p>\n<p>Ketika Cerita Panji disosialisasikan ke masyarakat, terutama kalangan pendidikan, banyak yang menangkap Cerita Panji hanya dari sisi kisah cintanya belaka. Hanya di permukaaan saja. Mereka menolak mengajarkan Cerita Panji ke anak didiknya karena dianggap \u201cmengajarkan anak-anak bercinta\u201d karena anak didiknya masih belum cukup umur. \u00a0\u00a0Apalagi ada adegan pembunuhan yang sangat tidak sesuai dikonsumsi anak-anak. Benarkah demikian?<\/p>\n<p>Buku ini mencoba memaparkan bahwasanya Cerita Panji tidak ada masalah dikenalkan kepada anak-anak. Termasuk mengangkatnya menjadi cerita seni pertunjukan. Tinggal bagaimana mengkreasinya, bukan hanya mencontek mentah-mentah cerita yang ada.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong>KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF BUDAYA NUSANTARA <\/strong><strong>\u2013 <\/strong>editor Henri Nurcahyo<\/li>\n<\/ol>\n<p>Karya: Antarini Arna, Adriana Venny, Pinky Saptandari,dan M. Dwi Cahyono.<\/p>\n<p><strong>Harga Rp 60.000,-<\/strong><\/p>\n<p>Dalam narasi seni dan budaya tradisional, keberdayaan dan kekuasaan perempuan cenderung disalahpahami. Ada kecenderungan untuk meminggirkan tokoh-tokoh perempuan yang berdaya. Bahwasanya kalau perempuan menjadi pemimpin itu harus galak, harus keras, sementara perempuan pemimpin yang lemah lembut malah dianggap tidak berdaya. Hari Ibu tanggal 22 Desember itu lantas disamakan dengan Mother\u2019s Day di negara-negara Barat. Padahal kelahiran Hari Ibu adalah dimaksudkan untuk menandai era kebangkitan keberdayaan perempuan dalam berorganisasi. Calon Arang digambarkan perempuan buruk rupa yang jahat, menakutkan dan menyebarkan wabah mematikan. Padahal Calon Arang adalah sosok pemberontak yang sulit diatasi oleh Raja Airlangga. Tidak sepenuhnya perempuan dalam Cerita Panji dalam peran dominasi laki-laki.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1428\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/COVER-BUKU-600x800.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/COVER-BUKU-600x800.jpg 600w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/COVER-BUKU.jpg 720w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li><strong>MISTERI SUSTER ANGGRAINI<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Novel berbasis Cerita Panji, oleh Henri Nurcahyo<\/p>\n<p><strong>Harga Rp 85.000,- <\/strong><\/p>\n<p><strong> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1429\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/4bd07a16d19145cab984a1ee7a7d24b0-0001-Copy-567x800.jpg\" alt=\"\" width=\"567\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/4bd07a16d19145cab984a1ee7a7d24b0-0001-Copy-567x800.jpg 567w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/4bd07a16d19145cab984a1ee7a7d24b0-0001-Copy-scaled-600x846.jpg 600w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/4bd07a16d19145cab984a1ee7a7d24b0-0001-Copy-726x1024.jpg 726w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/4bd07a16d19145cab984a1ee7a7d24b0-0001-Copy-768x1083.jpg 768w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/4bd07a16d19145cab984a1ee7a7d24b0-0001-Copy-1089x1536.jpg 1089w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/4bd07a16d19145cab984a1ee7a7d24b0-0001-Copy-1452x2048.jpg 1452w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/4bd07a16d19145cab984a1ee7a7d24b0-0001-Copy-scaled.jpg 1815w\" sizes=\"auto, (max-width: 567px) 100vw, 567px\" \/><\/strong><\/p>\n<p>Anggraini adalah nama tokoh dalam Cerita Panji. Dia harus dibunuh karena dianggap sebagai penghalang perjodohan Raden Panji Inu Kertapati dari kerajaan Jenggala dengan Dewi Sekartaji dari kerajaan Panjalu. Tetapi dalam novel ini, Anggraini adalah seorang suster di rumah sakit Jenggala. Panji Kertapati adalah seorang dokter, yang patah hati ketika Anggraini menghilang. Panji berkelana ke Kota Penari, menyeberang ke pulau-pulau, hingga terdampar di sebuah kabupaten baru di ujung negeri.Sementara itu, Sekar Jelita dari kota Daha juga patah hati lantaran dikhianati kekasihnya semasa kuliah. Sarjana Farmasi ini mengasingkan diri di hutan-hutan di lereng gunung hingga akhirnya menjadi ahli herbal berdasarkan pengalamannya.<\/p>\n<p>Sebagaimana cerita aslinya, Panji dan Sekar akhirnya bertemu. Mereka memang berjodoh. Tetapi bagaimana dengan Anggraini? Benarkah dia telah mati karena dibunuh? Jangan-jangan suster cantik itu sengaja dibuang ke tempat yang jauh agar tidak mengganggu rencana perjodohan Panji dan Sekar. Sampai suatu ketika, tiba-tiba Anggraini muncul kembali di rumah sakit Jenggala.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>8. PANJI MASA KINI <\/strong><strong>\u2013<\/strong> Oleh Henri Nurcahyo<\/p>\n<p><strong>Harga: Rp 70.000,- <\/strong><\/p>\n<p>Kumpulan artikel Henri Nurcahyo, terdiri dari: Panji dalam seni; Panji Sebagai Hello Kitty, Panji dalam Sastra Modern, Panji dalam Seni Rupa Kontemporer, Jawa Timur Provinsi Panji, Cerita Panji dan Hari Valentine, Beragam Versi Cerita Panji; Jejak Cerita Panji di Surabaya dll<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1431\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/45-PMK-603x800.jpg\" alt=\"\" width=\"603\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/45-PMK-603x800.jpg 603w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/45-PMK-600x796.jpg 600w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/45-PMK-772x1024.jpg 772w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/45-PMK-768x1019.jpg 768w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/45-PMK-1157x1536.jpg 1157w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/45-PMK-1543x2048.jpg 1543w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/45-PMK.jpg 1923w\" sizes=\"auto, (max-width: 603px) 100vw, 603px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>9. SERATUS SATU CERITA PANJI<\/strong><\/p>\n<p>Penyusun: Henri Nurcahyo<\/p>\n<p><strong>Harga Rp 125.000 (hardcover)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Cerita-cerita Panji yang dimuat dalam buku ini dikumpulkan dari \u00a0berbagai daerah dan negara, seperti Cerita Panji dari Bali, Madura, NTB, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Malaysia (Melayu), Kamboja, Thailand. Juga Cerita Panji yang ditranskrip dari seni pertunjukan Wayang Topeng, Wayang Krucil, Wayang Gedog, Wayang Beber, Wayang Jemblung, dan cerita-cerita Panji yang sudah diabadikan dalam sekian banyak dongeng anak-anak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1432\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-1-FIX-522x800.jpg\" alt=\"\" width=\"522\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-1-FIX-522x800.jpg 522w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-1-FIX-scaled-600x920.jpg 600w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-1-FIX-668x1024.jpg 668w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-1-FIX-768x1178.jpg 768w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-1-FIX-1002x1536.jpg 1002w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-1-FIX-1336x2048.jpg 1336w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/CP-1-FIX-scaled.jpg 1670w\" sizes=\"auto, (max-width: 522px) 100vw, 522px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEMAHAMI BUDAYA PANJI Karya Henri Nurcahyo &#8211; Harga Rp 70.000,- Apakah yang disebut Panji? Cerita Panji? Budaya Panji? Kesemuanya ini nampak masih asing bagi banyak orang, padahal mereka sebetulnya sudah tahu namun tidak merasa tahu. Dongeng Ande-ande Lumut adalah salah satu contoh cerita Panji dalam bentuk dongeng. Ada ratusan versi Cerita Panji yang tersebar ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1433,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17,24,502],"tags":[],"class_list":["post-1422","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel-1","category-seni-tari","category-terbaru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1422","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1422"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1422\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2555,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1422\/revisions\/2555"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}