{"id":2640,"date":"2026-05-02T12:31:31","date_gmt":"2026-05-02T12:31:31","guid":{"rendered":"https:\/\/brangwetan.com\/?p=2640"},"modified":"2026-05-02T12:31:31","modified_gmt":"2026-05-02T12:31:31","slug":"besutan-masuk-kampus-di-mojokerto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/brangwetan.com\/?p=2640","title":{"rendered":"Besutan Masuk Kampus di Mojokerto"},"content":{"rendered":"<p>MOJOKERTO: Setelah tampil di empat kota, Ludruk Garingan \u201cBesut Jajah Deso Milangkori\u201d \u00a0oleh Meimura kali ini menyambangi lingkungan kampus. Pentas Besutan digelar pada Kamis pagi (7\/5) pukul 10.00 WIB di kampus Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto, Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Dalam pementasan kali ini, isu yang diangkat bertajuk \u201cBatu Batu Bersuara.\u201d<\/p>\n<p>Pemilik nama asli Meijono ini sengaja memilih format seni Besutan karena menghadirkan dua kekuatan sekaligus: kepiawaiannya sebagai aktor tunggal dalam tradisi teater modern, sekaligus kecintaannya terhadap seni tradisi ludruk. Jika teater modern kerap mengandalkan bangunan dramatik yang tertata, maka Besutan justru lincah bergerak di antara spontanitas, kritik sosial, dan kelakar yang membuat pesan terasa lebih membumi. \u00a0Besutan mampu membangun kedekatan langsung dengan penonton melalui gaya bertutur, humor khas, dan improvisasi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2642\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-04-29-at-01.56.32-604x800.jpeg\" alt=\"\" width=\"604\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-04-29-at-01.56.32-604x800.jpeg 604w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-04-29-at-01.56.32-773x1024.jpeg 773w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-04-29-at-01.56.32-768x1017.jpeg 768w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-04-29-at-01.56.32-1160x1536.jpeg 1160w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-04-29-at-01.56.32.jpeg 1208w\" sizes=\"auto, (max-width: 604px) 100vw, 604px\" \/><\/p>\n<p>Melalui format Besutan, Meimura tidak semata-mata mempertunjukkan seni pertunjukan yang menghibur, tetapi juga mengajak generasi muda kampus untuk berjumpa kembali dengan tradisi yang akrab, cair, dan relevan dengan isu-isu kekinian. Ludruk, dalam tangan Besutan, tidak hadir sebagai artefak museum yang berdebu, melainkan sebagai medium hidup yang masih bisa \u201cberbicara\u201d tentang zaman.<\/p>\n<p>\u201cSaya ingin mengajak anak-anak muda untuk mencintai ludruk dan secara aktif menumbuhkan serta mengembangkannya tanpa tergantung fasilitas dan beaya besar,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Melalui Ludruk Garingan ini, tambahnya, bahwa ludruk bisa dipentaskan tanpa iringan gamelan, tanpa panggung dan perlengkapannya, tanpa kelompok yang permanen, dan bahkan bisa dipentaskan kapan saja dan di mana saja.<\/p>\n<p>Karena Besutan bisa tampil cair dan improvisatif, sebagaimana pentas-pentas sebelumnya, Meimura akan menggandeng dua aktor lokal untuk menemaninya di atas panggung, yaitu: Kukun Triyoga dan Taufik. Keduanya adalah pegiat teater dan seni tradisi di Mojokerto yang memerankan tokoh Sumo Gambar dan Man Jamino. Sedangkan usai pementasan, disambung dengan sarasehan dengan pembicara Ki Bagong Sinukarto (Ketua FPK Jatim), dan Achmad Fatony dari UNIM, dengan moderator Henri Nurcahyo.<\/p>\n<p>Tentang topik batu yang dihadirkan dalam pentas kali ini bisa melebar dalam banyak hal. Yang jelas, batu (situs)\u00a0menjadi\u00a0persoalan lokal di Mojokerto. Mulai jadi umpak rumah hingga berbagai keperluan yang selalu muncul di\u00a0tengah masyarakat.\u00a0Nah, pertengkaran Sumo Gambar dan Man Jamino bermula dari sana, ketika mereka menemukan batu dijadikan umpak, cowek, lumpang,\u00a0sampai akik.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2643\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260411_014518-800x533.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260411_014518-800x533.jpg 800w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260411_014518-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260411_014518-768x512.jpg 768w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260411_014518-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260411_014518.jpg 1642w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Pada mulanya tokoh Besut monolog dengan situs yang disebut cok bakal (sajen).\u00a0Sedangkan Sumo Gambar dan Jamino adalah penambang pasir, sirtu, dan batu kali juga kadang batu andesit. Seiring kebutuhan yang terus melaju, keduanya sudah terlanjur jauh.\u00a0\u00a0Di masa yang lalu keduanya sering menemukan berbagai hal, tanpa berfikir panjang memanfaatkannya untuk kebutuhan rumah, hingga menjual ke\u00a0pasar bahkan dalam bentuk yang berbeda.<\/p>\n<p>Seiring meningkatnya pengetahuan keduanya akan bahaya penambangan\u00a0terhadap lingkungan dan perlindungan terhadap situs-situs bersejarah, mereka merasa lahan\u00a0penghasilannya semakin menyempit.\u00a0Di sanalah perdebatan lahir. Dari satu jejak yang sama, tumbuh beragam makna. Ada yang melihat kejayaan, ada yang membaca luka. Ada yang percaya ini warisan agung, ada pula yang mencurigai manipulasi kuasa. Tafsir berkembang, berkelindan, bahkan saling bertolak belakang\u2014seperti hidup itu sendiri yang tak pernah tunggal arti.<\/p>\n<p>Toh hidup harus terus berjalan. Maka dibutuhkan pihak lain yang dapat memberikan solusi. Tentu bukan Besut pemberi solusinya. (put)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MOJOKERTO: Setelah tampil di empat kota, Ludruk Garingan \u201cBesut Jajah Deso Milangkori\u201d \u00a0oleh Meimura kali ini menyambangi lingkungan kampus. Pentas Besutan digelar pada Kamis pagi (7\/5) pukul 10.00 WIB di kampus Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto, Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Dalam pementasan kali ini, isu yang diangkat bertajuk \u201cBatu Batu Bersuara.\u201d Pemilik nama asli [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2641,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14,502],"tags":[627,626,628,629,625],"class_list":["post-2640","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-agenda-1","category-terbaru","tag-achmad-fatony","tag-ki-bagong-sinukarto","tag-kukun-triyoga","tag-taufik","tag-unim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2640","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2640"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2640\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2644,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2640\/revisions\/2644"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2641"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2640"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2640"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2640"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}