{"id":2654,"date":"2026-06-08T11:47:58","date_gmt":"2026-06-08T11:47:58","guid":{"rendered":"https:\/\/brangwetan.com\/?p=2654"},"modified":"2026-06-08T12:00:03","modified_gmt":"2026-06-08T12:00:03","slug":"besut-goes-to-jakarta-tampil-di-seminar-dan-festival-internasional-tradisi-lisan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/brangwetan.com\/?p=2654","title":{"rendered":"Besut Goes to Jakarta, Tampil di Seminar dan Festival Internasional Tradisi Lisan"},"content":{"rendered":"<p>SURABAYA: Meimura mendapat undangan tampil membawakan Besutan di Jakarta. Nampaknya gerakan \u201cJelajah Deso Milangkori\u201d yang dilakukan Meimura belakangan ini mendapat perhatian dari Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) untuk menghadirkan Besutan di forum Seminar dan Festival Internasional Tradisi Lisan atau LISAN XIII yang akan dilangsungkan di Taman Ismail Marzuki (TIM), 5- 8 \u00a0Agustus 2026.<\/p>\n<p>\u201cSebuah kehormatan tersendiri saya mendapat undangan dari ketua ATL Pusat, Ibu Pudentia MPSS, untuk hadir dalam acara yang prestisius ini,\u201d ujar Meimura.<\/p>\n<p>Hanya saja, tambah Mei, panitia hanya membebaskan biaya keikutsertaan seminar dan festival serta menyediakan konsumsi selama kegiatan berlangsung. Panitia tidak menanggung biaya transportasi Surabaya &#8211; Jakarta pp, dan akomodasi selama di Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cRencana kehadiran Meimura dengan Besutannya di forum internasional ini memiliki makna penting untuk menggugah kepedulian kalangan yang lebih luas perihal keberadaan ludruk yang semakin tergerus perubahan zaman, dan menyajikan upaya alternatif berupa Besutan agar nyala ludruk tetap dapat dipertahankan,\u201d tutur Henri Nurcahyo, Wakil Ketua ATL Jatim, yang kali ini bakal mendampingi Meimura selama di Jakarta. \u00a0Henri sendiri juga dijadwalkan membawakan makalah dalam seminar berjudul: \u201cMenyalakan Api Ludruk Melalui Besutan.\u201d<\/p>\n<div id=\"attachment_2657\" style=\"width: 810px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-2657\" class=\"size-medium wp-image-2657\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG20260410202719-1-800x600.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG20260410202719-1-800x600.jpg 800w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG20260410202719-1-768x576.jpg 768w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG20260410202719-1.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><p id=\"caption-attachment-2657\" class=\"wp-caption-text\">oplus_0<\/p><\/div>\n<p>Besutan adalah kesenian tutur yang merupakan cikal bakal ludruk. Ketika saat ini keberadaan seni pertunjukan ludruk kini berada di titik yang mengkhawatirkan, Besutan adalah sebuah alternatif untuk membangkitkan kembali kejayaan ludruk. Bagaimanapun ludruk merupakan kesenian khas Jawa Timur dan hanya satu-satunya di Indonesia. Ludruk sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia, begitu pula seni Besutan.<\/p>\n<p>Karena itulah diperlukan gerakan menghidupkan kembali ruh ludruk melalui bentuk yang lebih sederhana, lentur, dan mudah dibawa ke mana-mana, sebagaimana yang menjadi ciri khas Besutan. \u00a0Besutan merupakan jalan alternatif bagi keberlangsungan ludruk di masa kini. \u00a0Dengan bentuknya yang ringan, fleksibel, dan dekat dengan masyarakat, Besutan membuka peluang agar semangat ludruk tetap menyala, menjangkau ruang-ruang baru, dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.<\/p>\n<p>Tradisi lisan adalah pesan verbal yang disampaikan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya secara lisan, diucapkan, dinyanyikan, dan disampaikan dapat dengan menggunakan alat musik. Tradisi lisan bisa meliputi: bahasa, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional (termasuk kuliner), teknologi tradisional, permainan tradisional, seni pertunjukan, dan juga arsitektur.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2658\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_20260419_014545-800x464.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"464\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_20260419_014545-800x464.jpg 800w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_20260419_014545-768x446.jpg 768w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_20260419_014545.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>ATL sendiri menyelenggarakan acara ini merupakan tradisi dua tahunan di berbagai di Indonesia secara bergantian, antara lain Wakatobi, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Makassar, Manado, Mataram, termasuk Jakarta. Acara bernama LISAN XIII kali ini diselenggarakan di Jakarta sebagaimana 2 tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Mengutip <em><i>Term of Reference <\/i><\/em>dari panitia, tema seminar Lisan XIII ini adalah \u201cPeranan Tradisi Lisan sebagai Warisan Budaya Takbenda dalam Merawat Kemanusiaan, Alam dan Kehidupan dari Masa Lalu ke Masa Depan.\u201d Peserta utama festival direncanakan berasal dari DKI Jakarta-Jabodetabek, Riau, Kepulauan Riau, Singapura, India, dan dari daerah yang ingin berpartisipasi secara swakarsa. Sedangkan seminar diikuti oleh semua cabang ATL di seluruh Indonesia dan dari luar negeri.<\/p>\n<p>ATL adalah satu-satunya asosiasi pemerhati tradisi lisan di Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan akreditasi dari UNESCO dengan nomor seri 90223 sejak tahun 2011. Sejak lahirnya pada tahun 1993, asosiasi ini telah menyelenggarakan berbagai penelitian, pendampingan masyarakat, sertifikasi, dan pendidikan atau kursus kebudayaan yang bertujuan untuk melestarikan budaya tradisi lisan sebagai warisan budaya bangsa. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SURABAYA: Meimura mendapat undangan tampil membawakan Besutan di Jakarta. Nampaknya gerakan \u201cJelajah Deso Milangkori\u201d yang dilakukan Meimura belakangan ini mendapat perhatian dari Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) untuk menghadirkan Besutan di forum Seminar dan Festival Internasional Tradisi Lisan atau LISAN XIII yang akan dilangsungkan di Taman Ismail Marzuki (TIM), 5- 8 \u00a0Agustus 2026. \u201cSebuah kehormatan tersendiri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2655,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14,502],"tags":[633,634,635,439],"class_list":["post-2654","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-agenda-1","category-terbaru","tag-atl","tag-ludruk","tag-pudentia","tag-tim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2654","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2654"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2654\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2661,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2654\/revisions\/2661"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2655"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2654"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2654"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2654"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}