{"id":2888,"date":"2026-10-22T06:19:35","date_gmt":"2026-10-22T06:19:35","guid":{"rendered":"https:\/\/brangwetan.com\/?p=2888"},"modified":"2026-10-22T06:25:53","modified_gmt":"2026-10-22T06:25:53","slug":"diskusi-publik-desa-gerabah-antara-tradisi-modernitas-dan-seni-rupa-kontemporer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/brangwetan.com\/?p=2888","title":{"rendered":"Diskusi Publik \u00a0Desa Gerabah: \u201cAntara Tradisi, Modernitas, dan Seni Rupa Kontemporer\u201d"},"content":{"rendered":"<p>SURABAYA: Pameran seni rupa kontemporer Artsubs kembali menggelar diskusi publik. Kali ini menghadirkan <strong><b>Iftikhar Ahmad Rajwie <\/b><\/strong>(Bandung) yang mengurai pengalamannya bersama para perajin gerabah Sitiwinangun di Cirebon, serta <strong><b>Arik S. Wartono <\/b><\/strong>(Gresik) yang berupaya mengangkat kembali jejak sejarah gerabah Desa Gosari, Gresik. Dua pengalaman ini membuka perspektif tentang bagaimana tradisi gerabah bertahan, beradaptasi, dan menemukan relevansinya di tengah perubahan zaman. Lebih dari sekadar keterampilan mengolah tanah liat, gerabah menyimpan pengetahuan lokal, ingatan kolektif, dan identitas masyarakat yang diwariskan lintas generasi.<\/p>\n<p>Diskusi ini menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman para perajin, penelusuran sejarah, dan kemungkinan eksplorasi seni rupa kontemporer, sekaligus mempertanyakan bagaimana warisan tradisi dapat terus hidup tanpa tercerabut dari akar budayanya.<\/p>\n<p>Acara dilangsungkan hari Minggu, 25 Oktober 2026, Pukul 15.00 &#8211; 17.00 WIB, bertempat di selasar Balai Budaya, Lantai 2, Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo 15 Surabaya, dengan moderator Asmujo Jono Irianto.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2891\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Iftikhar-Gerabah-800x450.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Iftikhar-Gerabah-800x450.jpg 800w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Iftikhar-Gerabah-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Iftikhar-Gerabah-768x432.jpg 768w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Iftikhar-Gerabah-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Iftikhar-Gerabah.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p><strong><b>Iftikhar Ahmad Rajwie <\/b><\/strong>menyelesaikan pendidikan Sarjana Seni Rupa dengan peminatan Keramik di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan studi Magister Seni Rupa di institusi yang sama. Dalam praktik artistiknya, ia menjadikan keramik sebagai medium utama untuk mengeksplorasi hubungan antara material, budaya, dan pengalaman manusia. Bagi Iftikhar, keramik tidak sekadar dipahami sebagai benda fungsional, melainkan sebagai artefak budaya yang merekam sejarah, pengetahuan, dan dinamika sosial masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, ia memusatkan perhatian pada tradisi gerabah <strong><b>Sitiwinangun di Cirebon <\/b><\/strong>dengan meneliti posisi, fungsi, serta transformasinya di tengah perubahan zaman. Melalui pendekatan riset dan praktik studio, ia memadukan teknik keramik tradisional dengan bahasa seni kontemporer. Karakter tanah liat, proses pembentukan, hingga jejak pembakaran diolah sebagai metafora yang merefleksikan ingatan budaya, identitas, serta kesinambungan antara masa lalu dan masa kini.<\/p>\n<p>Menurut Iftikhar, kolaborasi dengan para perajin Sitiwinangun (Cirebon) ini berangkat dari upaya untuk melihat kembali corak praktik seni tradisi, khususnya keramik tradisi Sitiwinangun. Karya-karya yang ditampilkan lahir dari kekhasan gagasan, visual, serta teknik yang tumbuh dan berkembang dalam praktik keramik di Sitiwinangun. Dalam kolaborasi ini, dua hal menjadi perhatian utama: karya-karya patung dan ornamen dengan citraan makhluk mitologi, serta teknik pembakaran tradisional yang hingga kini masih dikerjakan oleh para perajin.<\/p>\n<p>Karya-karya ini mencoba membawa kembali praktik-praktik tradisi ke dalam kesadaran masa kini\u2014tidak semata-mata berusaha mempertahankan bentuk atau teknik tradisional, tetapi juga melihat kembali batas-batas medium, pengetahuan material, serta keterampilan tangan yang membentuknya. Di sisi Iain, karya-karya ini juga membuka ruang untuk mempertanyakan bagaimana praktik tersebut dapat terus menemukan relevansinya di tengah perubahan zaman. Masih adakah tempat bagi proses penciptaan yang berbasis pada keterampilan tangan dan pengetahuan lokal di tengah masifnya proses-proses instan yang berbasis pada mesin dan kecerdasan buatan?<\/p>\n<p>Karya-karyanya telah dipresentasikan dalam berbagai pameran nasional, antara lain ARTJOG 2024, Jogja Ceramic Festival, ARTSUBS \u2013 Material Ways di Balai Pemuda Surabaya (2025), Observersi di Lawangwangi Creative Space, serta sejumlah pameran seni dan kriya di Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta. Melalui eksplorasi materialitas keramik, Iftikhar membangun dialog antara tradisi dan praktik seni kontemporer.<\/p>\n<p>Dalam pameran Artsubs kali ini Iftikhar \u00a0menyajikan karya-karya kolaboratifnya dengan sejumlah perajin setempat, antara lain: Nurjaji, Eka Budiatmo, Asep Saptian, Fabianto, dan Suyandi. Namun ada juga karya perajin yang tampil sendiri, yaitu karya Muhammad Hasbi Ariobimo. Kesemuanya dapat disaksikan di Zona 6, ruang basement Balai Pemuda Surabaya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2892\" src=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arik-Wartono-Gerabah-800x437.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"437\" srcset=\"https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arik-Wartono-Gerabah-800x437.jpg 800w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arik-Wartono-Gerabah-1024x560.jpg 1024w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arik-Wartono-Gerabah-768x420.jpg 768w, https:\/\/brangwetan.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arik-Wartono-Gerabah.jpg 1048w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Sedangkan <strong><b>Arik S. Wartono <\/b><\/strong>memang bukan peserta Artsubs. Arik dikenal sebagai seniman dan kurator yang menelusuri hubungan antara seni rupa, arsip, dan sejarah kebudayaan. Salah satu perhatiannya tertuju pada Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, yang menyimpan jejak industri gerabah masa klasik serta Prasasti Gosari dari abad ke-14. Melalui pameran Dari Gosari ke Kasongan, Arik mengangkat kembali jejak tersebut dengan memadukan karya seni, artefak gerabah, dokumentasi fotografi, dan penelusuran sejarah. Baginya, Gosari bukan hanya tempat ditemukannya peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari perjalanan pengetahuan dan tradisi material masyarakat Jawa yang perlu dibaca kembali melalui pendekatan seni.<\/p>\n<p>Pada 17\u201318 September 2026, Arik menggelar pameran tunggal bertajuk Dari Gosari ke Kasongan di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya. Pameran tersebut mempertemukan karya seni rupa dengan arsip, artefak gerabah, dokumentasi fotografi, dan kajian sejarah. Dalam pameran itu, Gosari bukan sekadar lokasi atau objek yang difoto. Desa ini menjadi titik berangkat untuk membaca kembali sejarah teknologi gerabah Jawa, hubungan manusia dengan material alam, serta ingatan kebudayaan yang berisiko terputus.<\/p>\n<p>Pendiri Sanggar Daun ini mencoba mengangkat kembali sejarah gerabah Gosari, situs arkeologi, dan hubungan tradisi gerabah Gresik dengan Kasongan di Yogyakarta. Arik berusaha membaca kedua kawasan sebagai ruang produksi gerabah yang dapat diperbandingkan melalui material, teknik, artefak, dan ingatan sejarah. Ia mengemas penelusuran tersebut dalam bentuk pameran seni, bukan semata-mata tulisan sejarah atau seminar. (<strong>put<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SURABAYA: Pameran seni rupa kontemporer Artsubs kembali menggelar diskusi publik. Kali ini menghadirkan Iftikhar Ahmad Rajwie (Bandung) yang mengurai pengalamannya bersama para perajin gerabah Sitiwinangun di Cirebon, serta Arik S. Wartono (Gresik) yang berupaya mengangkat kembali jejak sejarah gerabah Desa Gosari, Gresik. Dua pengalaman ini membuka perspektif tentang bagaimana tradisi gerabah bertahan, beradaptasi, dan menemukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2890,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14,484,502],"tags":[723,726,724,725],"class_list":["post-2888","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-agenda-1","category-seni-rupa","category-terbaru","tag-arik-s-wartono","tag-desa-gosari","tag-iftikhar-ahmad-rajwie","tag-sitiwinangun"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2888","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2888"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2888\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2894,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2888\/revisions\/2894"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2888"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2888"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/brangwetan.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2888"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}