Anekdot Seniman (17): AMANG RAHMAN DIGAMBAR TELANJANG

Catatan Henri Nurcahyo KALI ini cerita tentang Ipe Ma’aruf, sketser handal yang tidak ada duanya di Indonesia hingga saat ini. Rudi Isbandi pernah menyebut Ipe adalah raksasa sketser Indonesia bersama dengan Lim Keng dan Tedja Suminar. Kini keduanya sudah tiada, termasuk Rudi Isbandi. Hanya Ipe yang bertahan hingga usia 83 tahun sekarang ini. Suatu ketika…

Anekdot Seniman (16): AMANG RAHMAN PINGSAN MENONTON TINJU

Catatan Henri Nurcahyo NASKAH serial ini saya ganti dengan sebutan Anekdot, bukan Humor. Ternyata Humor adalah fiksi sedangkan anekdot berdasarkan peristiwa nyata (non fiksi). Nah karena semua yang saya ceritakan adalah nonfiksi, maka lebih tepat disebut Anekdot. Semua sebutan Humor sudah saya ganti. Dengan demikian semua kesalahan sudah saya perbaiki. Termasuk, kisah kali ini, tentang…

Anekdot Seniman (15): KETIKA AMANG MENGGODA PEREMPUAN

SEBAGAIMANA yang sudah saya ceritakan bahwa Amang Rahman sangat menghormati perempuan. Dalam pandangan Amang, perempuan tak ubahnya bagai ibunya sendiri. Sebagai penghormatan dan kekaguman pada almarhumah ibunya maka ia memberikan nama bagi salah seorang cucu perempuannya sama dengan nama sang ibu, yakni Rahma. Tapi siapa sangka bahwa ternyata Amang juga suka “menggoda” perempuan.   Meski…

Anekdot Seniman (14): Tusuk Jarum Sepeda Motor Daryono

KALI ini cerita tentang M. Daryono, salah satu pelukis sahabat Amang Rahman. Daryono dikenal sebagai pelukis ekspresioistis. Nah suatu ketika Daryono memiliki sepeda motor merk Zundap, yang masih menggunakan pedal seperti sepeda biasa. Dia suka pamer kepada teman-temannya di Balai Pemuda bahwa motornya itu adalah salah satu bukti keberhasilannya. Tapi dasar seniman, ada saja yang…

Anekdot Seniman (13): “PRANK” DARI BAGONG KUSSUDIARDJO

BAGONG Kussudiardjo memang dikenal akrab dengan Amang Rahman. Selain sebagai koreografer tari yang mumpuni, Bagong juga dikenal sebagai pelukis. Mereka sama-sama senang guyonan, khususnya Amang yang sangat kaya anekdot. Karena itu manakala ketemu dipastikan saling berhahaha. Begitu pula ketika Amang Rahman dan Daryono berkunjung ke rumah Bagong di Yogyakarta. Diam-diam Bagong mengerjai (prank) mereka berdua….

Anekdot Seniman (12): SEMBAHYANG KAKI SATU

Oleh Henri Nurcahyo AMANG RAHMAN memiliki kebiasaan blusukan ke tempat-tempat keramat. Baik berupa kuburan atau candi dan peninggalan purbakala. Nampaknya ini ada hubungannya dengan tema lukisannya yang surealistis dan ngelangut.  Dari perjalanan blusukan di sebuah desa, Amang bercerita ada orang sembahyang hanya dengan satu kaki. Padahal dia normal. Bagaimana kisahnya? Dibandingkan dengan candi-candi besar yang…

Anekdot Seniman (11): SURAT TERPENDEK DI DUNIA

Oleh Henri Nurcahyo HARIAN Jawa Pos pernah punya rubrik Anekdot. Saya lupa persis tahunnya, mungkin sekitar tahun 1994-1995. Diantara penulisnya yaitu Emha Ainun Najib dan Mustofa Bisri. Ternyata materi yang ditulis itu sebagian tentang Amang Rahman yang memang dikenal memiliki banyak anekdot yang menertawakan dirinya sendiri. Lantas saya bilang ke Pak Amang, “daripada ditulis orang…

Anekdot Seniman (10): RAYUAN MAUT BUAT ISTRI

Oleh Henri Nurcahyo PAMERAN lukisan di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta adalah dambaan setiap pelukis Indonesia. Waktu itu, TIM menjadi semacam kawasan sakral yang mampu “membaptis” seniman. Pelukis yang mampu berpameran tunggal di TIM sudah layak dianggap selebriti. Mereka sering menjadi sumber berita kalangan wartawan. Dan, ini yang menarik, banyak perempuan yang mendekatinya. Tidak terkecuali…

Anekdot Seniman (9): DILARANG MAKAN DAGING KAMBING

Oleh Henri Nurcahyo SELAIN batuk, Amang Rahman juga punya keluhan darah tinggi alias hipertensi. Entah berapa tensinya waktu itu, yang jelas menurut Amang dia harus mengurangi (kalau bisa berhenti) merokok dan pantang makan daging kambing. Satu lagi, biasakan berolahraga. Khususnya pagi hari. Entah dari siapa nasehat itu, tapi Amang percaya. Anjuran sederhana bagi orang kebanyakan…

Anekdot Seniman (8): ADA SETAN DALAM TOILET

Oleh Henri Nurcahyo KALAU saja cerita ini tidak disampaikan oleh pelakunya sendiri, saya tidak berani menuliskannya. Karena kejadiannya cukup memalukan. Tetapi OH. Supono, malah dengan bangganya menceritakan kejadian lucu (dan memalukan) itu pada sebuah acara di depan para seniman di Gedung Krishna Mustajab Surabaya. Meskipun sebelumnya saya juga sudah mendengar kisah ini dari Amang Rahman….