Berita

STKW Surabaya Diruwat Saat Dies Natalis

no-img
STKW Surabaya Diruwat Saat Dies Natalis

SURABAYA: Dies Natalis Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya ke-38 diisi dengan berbagai acara, mulai dari sarasehan, pergelaran wayang, wisuda hingga acara tumpengan dan ruwatan. Keseluruhan acara ini berlangsung di kampus STKW Surabaya, Klampis Anom II selama dua hari, sejak Sabtu pagi tadi hingga besok siang (10-11/11).

Acara pertama berupa sarasehan mengawali rangkaian peringatan Dies Natalis dengan tiga pembicara yang tampil secara bergantian, yaitu Aribowo, MA dari Universitas Airlangga, Dr. Widyo Winarso, M.Pd (sekretaris LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur) dan Dr. jarianto, MSi, Ketua STKW Surabaya.

Dalam paparannya Aribowo menyampaikan materi mengenai “Tantangan dan Prolem Kesenian Kekinian.” Dikatakannya bahwa kesenian tidak bisa lepas dari arus besar kebudayaan dunia, termasuk revolusi digital yang melahirkan kesenian personal dan lokal. Perspektif kebudayaan bergeser dari adiluhung ke perspektif material, urban, profan dan perspektif fungsional, dimana kebutuhan manusia menentukan kebudayaan.

Ditambahkannya, kesenian yang diproduksi semakin kompleks, tidak lagi hanya berorientasi pada nilai luhur, sakral dan “besar.” Kesenian kekinian menjadi berorientasi pada kebutuhan sehari-hari, riil, material, perkotaan dan kritis.

Sementara Widyo Winarso banyak memaparkan terkait dengan harapan pemerintah terhadap lulusan perguruan tinggi. Sedangkan Jarianto menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh STKW termasuk tantangan ke depan untuk menjadi perguruan tinggi yang mandiri, lepas dari pemerintah provinsi Jawa Timur, atau berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri.

Acara seminar ini dihadiri oleh para alumni STKW yang tersebar di berbagai daerah sehingga sekaligus menjadi acara reuni. Jarianto berpesan, meski sudah menjadi alumni seharusnya jangan melupakan almamater sama sekali karena peran serta alumni juga ikut menentukan perkembangan STKW ke depan. Hal yang senada juga disampaikan oleh Ketua Ikatan Alumni STKW Surabaya, Sukatno, SSn, MM.

 

Wayangan dan Ruwatan

Untuk kali pertama, di kampus STKW Surabaya digelar wayang kulit dengan dalang Ki Budi “Plandang” Sujarwo dari Tulungagung dengan lakon “Ruwat Bumi Amerta”. Acara ini terpaksa diselenggarakan siang hari sebab tidak memungkinkan membuat acara malam, apalagi semalam suntuk, di tengah kompleks perumahan elit Wisma Mukti dimana kampus STKW berada.

Budi adalah juga alumnus STKW jurusan Tari, satu angkatan dengan Sukatno dan A. Fauzi (alm) namun tidak pernah menyelesaikan tuntas hingga membawa ijazah, meski sudah menjalani tugas akhir. Dalam pergelaran ini mantan wartawan Jawa Pos itu membawakan cerita perihal negara Amarta yang sedang mengalami banyak cobaan. Pandawa yang tergolong orang Sukerta terancam menjadi mangsa Betara Kala, namun dengan bantuan Semar dan Kreshna maka Amarta terbebas dari ancaman kehancuran.

Sabtu malam ini dilakukan acara selamatan Dies Natalis berupa tumpengan, dilanjutkan dengan ritual Ruwatan dengan maksud agar keberadaan STKW dapat tetap berlangsung lestari, jauh dari mahabahaya dan dapat menjadi berkembang di kemudian hari.

Rangkaian acara Dies Natalis ditutup dengan ritual Wisuda yang dilakukan hari Minggu pagi (11/11). (hnr)

In category: Berita
Related Post
no-img
Skenografi, Scanner, dan Cara Baru Menciptakan Seni

SURABAYA: Apakah karya seni harus selalu diciptakan dari sesuatu yang benar...

no-img
Nirwan Dewanto: Seni Rupa Kontemporer adalah Medan Omnivora yang Melampaui Batas

SURABAYA – Seni rupa kontemporer merupakan medan yang bersifat omnivora a...

no-img
Surabaya Kaya Materi untuk Eksplorasi Seni

SURABAYA: Kota Surabaya ini sangat kaya dengan materi yang dapat dieksplora...

no-img
Andy Rahman: Arsitektur Dituntut Kurangi Eksploitasi Alam

SURABAYA – Arsitektur harus meminimalkan kerusakan lingkungan dengan men...

no-img
ArtSubs dan Tantangan Membangun Ekosistem Seni Rupa Surabaya

SURABAYA — Penyelenggaraan ArtSubs di Surabaya tidak hanya memperlihatkan...

no-img
Dari GWK, Nyoman Nuarta Belajar Memperjuangkan Gagasan Besar

SURABAYA: Pengalaman panjang membangun Garuda Wisnu Kencana (GWK) mengajark...

  • 10,272
  • 3