Tiga Biola dan Sebuah Tanya: Mengapa Penyanyi Itu Tak Menari?
Catatan Henri Nurcahyo KATA Hungaria (Hongaria) tiba-tiba menyeruak ketika ada berita digelar “Hungarian Foklore Music Concert.” Sebuah ev...
Catatan Henri Nurcahyo KATA Hungaria (Hongaria) tiba-tiba menyeruak ketika ada berita digelar “Hungarian Foklore Music Concert.” Sebuah ev...
Gending-gending Karawitan mengalun syahdu dari sebuah rumah sederhana bernama Wisma Budaya Larasati, di Kampung Burengan, Kota Kediri. Malam itu Jumat...
Catatan Henri Nurcahyo TEATER API Indonesia (TAI) menghadirkan pertunjukan bertajuk “Toean Markoen” di Balai Budaya Surabaya, Sabtu (23/8/2...
Catatan Henri Nurcahyo MESKI sekilas tampak sederhana, dua karya Arahmaiani dalam ARTSUBS #2, “Kasih” dan Song of the Rainbow, menyimpan ...
Catatan Henri Nurcahyo PADA mulanya Tari Topeng Lur-Gulur tumbuh di Desa Larangan Barma, Sumenep, Madura, sebagai ritual musim panen yang sak...
Catatan Henri Nurcahyo LAKON “Gatot Kaca Kembar” Sanggar Topeng Dalang Putra Sumekar dari Sumenep tampil pada urutan kedua setelah teater kontemp...
Catatan Henri Nurcahyo PENAMPILAN tiga repertoar yang mengisi acara SUBS-PERFORMANCE di Balai Budaya (Balai Pemuda) Minggu malam (17/8/25) tak ubahnya...
Catatan Henri Nurcahyo DI TENGAH hiruk-pikuk kota Surabaya yang meriah menjelang tirakatan peringatan HUT Proklamasi ke-80, sebuah konser musik...
Catatan Henri Nurcahyo JOKO PORONG menggelar pertunjukan musik kontemporer bertajuk “Rek.” Karya ini bukan sekadar komposisi bunyi, tetapi ...
Catatan Henri Nurcahyo SEBUAH lukisan besar (200×200 cm) dominan warna hitam dengan bercak-bercak putih tergantung di zona satu pameran se...