AgendaTerbaru

RESOLUSI TAHUN 2026 KOMUNITAS BRANGWETAN

no-img
RESOLUSI TAHUN 2026 KOMUNITAS BRANGWETAN

MENJELANG tutup tahun 2025 Komunitas Seni Budaya BrangWetan menyelenggarakan acara “Kumpul Dulur” di Warung Limo Pitoe, Bungurasih Dalam, Sidoarjo, Minggu siang (28/12). Selain penampilan baca puisi: Billy, Faturrahman, dan Jasmine Marcia, dalam acara ini juga dicetuskan Resolusi Tahun 2026 yang disampaikan oleh Ketua BrangWetan, Henri Nurcahyo. Mulai dari webinar Budaya Panji, Jagong Budaya Keliling Candi, Parade Kebaya, hingga Revisi Hari Jadi Sidoarjo.

Kegiatan yang rutin selama ini adalah berupa  Webinar Budaya Panji yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2020 dan bulan ini sudah menginjak edisi ke-66. Bulan Januari tahun 2026 memilih tema “Cerita Panji dalam Lukisan” dengan narasumber Widodo Basuki, pelukis yang juga pemimpin redaksi Majalah Jayabaya, dan Aliya Sakina Murdoko, pelukis remaja dari Kota Malang yang baru saja mendapatkan Anugerah Kebudayaan Indonesia dari Menteri Kebudayaan RI. Acara yang ke-67 ini disiarkan melalui zoom ini diadakan hari Jum’at, 23 Januari 2026 pukul 19.00 – 21.00 WIB.

Sedangkan Jagongan Budaya yang dulunya diselenggarakan tiap bulan, namun beberapa bulan ini absen, mulai bulan/tahun depan akan diselenggarakan di candi atau situs purbakala secara bergiliran. Direncanakan, bulan Januari ini dipilih Situs Prasasti Kamalagyan yang ada di dusun Klagen, desa Tropodo, kecamatan Krian. Kali ini akan menghadirkan narasumber dokter Sudi Haryanto, ketua komunitas Sidoardjo Masa Kuno (SdMK).

Dengan demikian, Jagong Budaya tidak hanya sekadar acara kumpul-kumpul dan makan-makan, melainkan ada sesuatu yang didapatkan sebagai pengetahuan. Bahwasanya ada belasan candi di Sidoarjo, merupakan tantangan tersendiri bagi mereka yang mengaku sebagai seniman dan budayawan. Pilihan kepada Prasasti Kamalagyan karena merupakan situs purbakala paling tua di Sidoarjo, tercatat tahun 1037M, pada masa pemerintahan Raja Airlangga. Sementara situs-situs lainnya merupakan peninggalan zaman Majapahit.

Resolusi lainnya adalah rencana menyelenggarakan Parade Kebaya sekaligus memperingati Hari Kartini 2026 bekerjasama dengan Komunitas Kain Kebaya Indonesia (KKI) dan mengajak juga Dewan Kesenian Sidoarjo. Kebaya resmi menerima sertifikat Intangible Cultural Heritage (ICH) atau warisan budaya takbenda dari UNESCO, setelah sebelumnya ditetapkan pada 4 Desember 2024. Dalam acara ini direncanakan ada pawai kebaya, sajian karawitan, baca puisi, yang kesemuanya dilakukan oleh kaum perempuan. Dijadwalkan acara diselenggarakan hari Minggu, 19 April 2026.

Sedangkan yang menjadi agenda besar adalah revisi Hari Jadi Sidoarjo, yang selama ini diperingati tanggal 31 Januari 1859. Banyak kalangan menyebutkan bahwa seharusnya usia Sidoarjo jauh lebih tua dari tahun tersebut. Karena itu Komunitas BrangWetan mengajak berbagai pihak, khususnya komunitas budaya di Sidoarjo, untuk secara bersama-sama melakukan penggalian informasi untuk menentukan tanggal yang tepat kelahiran Kabupaten Sidoarjo. Nantinya akan diselenggarakan seminar dan penyusunan buku Hari Jadi Sidoarjo. (hn)

In category: AgendaTerbaru
Related Post
no-img
KARAWITAN KAMPUNG BURENGAN

Gending-gending Karawitan mengalun syahdu dari sebuah rumah sederhana berna...

no-img
Tiga Wartawan Senior Raih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat  

Jakarta: Menandai peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Persatuan Warta...

no-img
ANEKDOT SENIMAN AMANG RAHMAN JUBAIR

Judul Buku          : ANEKDOT SENIMAN AMANG RAHMAN JUBAIR Penulis ...

no-img
RESOLUSI TAHUN 2026 KOMUNITAS BRANGWETAN

MENJELANG tutup tahun 2025 Komunitas Seni Budaya BrangWetan menyelenggaraka...

no-img
“Payau” Iwan Yusuf, Antara Imajinasi dan Ingatan

Catatan Henri Nurcahyo   IWAN YUSUF menggelar pameran tunggal di ruang...

no-img
Budi Zakia: Bahasa Bakumpai Terancam Punah

BARITO KUALA: Bahasa Bakumpai semakin hari semakin berkurang penuturnya. Ba...

  • 5,158
  • 25