Beritaseni rupaTerbaru

ARTSUBS dan Lumbung Rekreasi Seni Surabaya

no-img
ARTSUBS dan Lumbung Rekreasi Seni Surabaya

SURABAYA: Surabaya memiliki modal ekonomi dan sosial yang kuat untuk mengusung sebuah peristiwa seni rupa berskala besar. Sebagai kota terbesar di Jawa Timur, Surabaya tidak berdiri sendiri. Kota ini menjadi lokus pertemuan berbagai daerah di Jawa Timur dengan latar sosial, budaya, ekonomi, dan kreativitas yang beragam. Karena itu, kehadiran sebuah peristiwa seni berskala besar di Surabaya bukan sesuatu yang berlebihan, melainkan bagian dari kewajaran sebuah kota besar.

Menurut Nirwan Dewanto, sebuah kota besar yang sehat, semestinya memiliki ruang yang berkembang secara seimbang, bukan hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga seni, olahraga, pengetahuan, dan berbagai bentuk kreativitas. Untuk mencapai kewajaran tersebut diperlukan apa yang ia sebut sebagai semacam “lumbung rekreasi”—ruang yang memungkinkan masyarakat memperoleh pengalaman, pengetahuan, kegembiraan, sekaligus kesempatan untuk bertemu dengan gagasan-gagasan baru. Dalam konteks itulah ARTSUBS hadir sebagai pameran berskala besar, sekaligus sebagai salah satu upaya menghidupkan aktivitas dan perputaran ekonomi kota melalui ekosistem seni.

Hal ini disampaikan Nirwan Dewanto, salah satu kurator ArtSubs, dalam kesempatan jumpa pers di Hotel Kokoon Surabaya, Kamis siang (17/9). Hadir dalam acara tersebut Asmujo Jono Irianto, juga kurator, serta Rambat, direktur ArtSubs.

Namun, tambah Nirwan, ARTSUBS tidak semata-mata hendak berkompetisi dalam ukuran dengan berbagai peristiwa seni besar yang telah lebih dahulu dikenal, seperti Art Jakarta, Biennale, maupun ARTJOG. Yang hendak dibangun ARTSUBS adalah karakter pameran yang memiliki pengalaman ruangnya sendiri. Berbagai unsur yang lazim ditemukan dalam pameran berskala besar—kontras, harmoni, kerumpangan, kepadatan, kejutan, dan hubungan antarkarya—diolah menjadi satu pengalaman yang berlangsung secara langsung di dalam galeri.

Karakter tersebut terlihat dari keberagaman karya seni rupa kontemporer yang ditempatkan dalam satu ruang pamer. Karya-karya yang mungkin memiliki karakter, pendekatan, medium, bahkan gagasan yang sangat berbeda dipertemukan sedemikian rupa sehingga perbedaan itu tidak menjadi kekacauan, melainkan membentuk semacam harmoni yang playful. Justru kontras antarkarya menjadi bagian dari pengalaman melihat ARTSUBS. Publik tidak diarahkan untuk melihat karya sebagai unit-unit yang terpisah, tetapi mengalami keseluruhan pameran sebagai sebuah lanskap seni yang terus bergerak dan saling berhubungan.

Keberagaman itu kemudian diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai kelompok, kolektif, komunitas, maupun institusi lain. Dengan demikian, ARTSUBS tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya seniman individual, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai energi dan jaringan yang selama ini tumbuh di dalam ekosistem seni. Kolaborasi tersebut penting agar keberagaman tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan dapat dirangkai menjadi suatu pengalaman pameran yang utuh dan memiliki keseimbangan.

Karena itu pula, pendekatan ARTSUBS tidak dibangun melalui tema yang terlalu ketat. ARTSUBS berusaha tetap membuka ruang bagi berbagai praktik seni rupa kontemporer dari beragam latar belakang. Tema berfungsi sebagai pintu masuk untuk membaca pameran, bukan sebagai pagar yang membatasi kemungkinan karya. Dengan pendekatan semacam ini, keberagaman menjadi salah satu kekuatan utama ARTSUBS.

Pada ARTSUBS 2026, gagasan tersebut diterjemahkan melalui tema “Border, Thresholds and Beyond”. Tema ini membuka pembicaraan tentang batas, ambang, dan kemungkinan untuk melampauinya. Seniman tidak hanya ditantang untuk melampaui batas-batas praktik artistiknya sendiri, tetapi juga membuka kemungkinan berkolaborasi dengan berbagai pihak dan bidang lain. Ketika batas tersebut dilampaui, karya tidak lagi hanya berbicara mengenai bentuk atau medium, tetapi dapat membawa pengalaman, persoalan, dan peristiwa yang terekam di dalamnya untuk direnungkan kembali oleh publik.

Dalam pandangan Nirwan, tanggung jawab ARTSUBS juga berkaitan dengan pendidikan dan pembentukan sumber daya manusia dalam ekosistem seni. Salah satu contoh yang terlihat adalah profesi art handler. Selama ini, kebutuhan art handler untuk berbagai kegiatan seni di Surabaya masih banyak dipenuhi dari luar kota, terutama Yogyakarta. ARTSUBS ingin ikut membuka jalan agar Surabaya memiliki tenaga art handler sendiri yang memiliki keterampilan profesional dan dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem seni di kota ini. Dengan demikian, pameran tidak hanya menghadirkan karya, tetapi juga meninggalkan pengetahuan, keterampilan, dan peluang kerja baru.

Pada akhirnya, Nirwan melihat ARTSUBS sebagai sebuah naungan atau inisiatif yang berusaha bersifat inklusif. Surabaya memang menjadi tempat tumbuhnya ARTSUBS, tetapi cita-citanya tidak berhenti pada kepentingan kota. ARTSUBS diharapkan dapat menjadi bagian dari perkembangan seni rupa yang lebih luas, terbuka bagi siapa pun yang ingin terlibat, berkolaborasi, dan menciptakan nilai-nilai baru dalam kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, ARTSUBS bukan hanya tentang seberapa besar sebuah pameran dapat digelar, berapa banyak karya yang ditampilkan, atau berapa banyak orang yang datang. Yang lebih penting adalah apa yang tersisa setelah pameran selesai: jaringan yang terbentuk, pengetahuan yang bertambah, profesi yang tumbuh, pengalaman yang dibawa pulang, dan kemungkinan-kemungkinan baru yang sebelumnya belum terpikirkan. Di situlah sebuah peristiwa seni dapat menjadi bagian dari kehidupan sebuah kota—bukan sekadar hadir di dalamnya, tetapi ikut menghidupkannya. (put)

 

In category: Beritaseni rupaTerbaru
Related Post
no-img
Mengapa ARTSUBS Digelar di Surabaya?

SURABAYA: Direktur ArtSubs, Rambat, menjawab pertanyaan mengenai alasan ART...

no-img
ARTSUBS sebagai Ruang Pertemuan Seni, Publik, dan Pasar

SURABAYA:  ARTSUBS adalah sebuah peristiwa seni yang mencoba mempertemukan...

no-img
Asmudjo J. Irianto: Perjalanan ARTSUBS dari Tahun ke Tahun

SURABAYA: Asmudjo J. Irianto, kurator Artsubs menyatakan: Perbedaan antara ...

no-img

ARTSUBS dan Pentingnya Ruang Seni Rupa Kontemporer SURABAYA: Keberadaan sen...

no-img
ARTSUBS dan Lumbung Rekreasi Seni Surabaya

SURABAYA: Surabaya memiliki modal ekonomi dan sosial yang kuat untuk mengus...

no-img
Nirwan Dewanto: Seniman Berperan dalam Pengembangan Masyarakat

SURABAYA: Jika membicarakan masyarakat grassroot, kita tidak bisa hanya mel...

  • 9,775
  • 1