Street Origami Seniman Prancis di Malang

MALANG: Seniman asal Prancis Mademoiselle Maurice, hari ini, Rabu (8/8) pukul 10.00 – 17.00 akan membuat karya yang disebut street origami secara permanen di dinding Kampung Biru Malang dekat gang masuk sisi Embong Brantas. Sedangkan pembukaan hasil karya street origami tersebut dilakukan besok, Kamis (9/8)  pukul 16.00 di area terbuka Kampung Biru. Origami memang selama…

Raden Wijaya versi Ludruk Lerok Anyar

SURABAYA: Ludruk selama ini identik dengan seni pertunjukan rakyat yang mengangkat kisah legenda atau keseharian. Tidak banyak ludruk yang membawakan cerita berlatar sejarah. Beda dengan ketoprak. Hal inilah yang dilakukan oleh Ludruk Lerok Anyar ketika tampil di Gedung Kesenian Cak Durasim Sabtu lalu (4/8) dengan membawakan lakon “Babad Bumi Tarik Raden Wijaya.” Garis besar isi…

Delapan Warisan Budaya Jatim Ditetapkan Nasional

JAKARTA: Sebanyak 8 (delapan) karya budaya dari Jawa Timur ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Hal ini diputuskan dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2018 yang dilaksanakan di Hotel Millenium Sirih Jakarta, Jumat malam (3/8). Sebelumnya masing-masing provinsi melakukan presentasi sejak hari Selasa (1/8) dihadapan dan dinilai oleh 15 Tim Ahli…

Ujian Karya Karawitan  9 Mahasiswa STKW Surabaya

SURABAYA: Sebanyak 9 (sembilan) mahasiswa jurusan Karawitan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya menggelar ujian tugas akhir di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur dengan mengusung tema “Wira Gangsa Mahambara.” Kesembilan mahasiswa tersebut adalah bagian dari 21 mahasiswa peserta ujian, dimana 12 peserta lainnya memilih ujian tugas akhir dalam bentuk skripsi. Gelar karya seni…

Tiada Hari Tanpa Pentas Ludruk Karya Budaya

MOJOKERTO: Selama bulan Agustus ini Ludruk Karya Budaya (LKB) Mojokerto sudah penuh dengan jadwal pementasan. Bahkan nyaris tidak ada hari yang kosong tanpa pementasan. Berikut ini adalah jadwal pementasan selama bulan Agustus 2018 sebagaimana dikirim oleh Jabbar Abdullah, Humas Ludruk Karya Budaya Mojokerto. 16 Agustus | di Kelurahan Krembangan Kidul Gg. Lebar, RW. 03, Kec….

Pergelaran Wayang: Usaha Kurawa Menghancurkan Pandawa

SURABAYA: Ketika keserakahan merasuki jiwa, sebuah tahta menjadi hal yang harus dipertahankan bagaimana pun caranya. Demi kekuasaan, Kurawa bersiasat dengan memakai segala rumus. Hingga akhirnya cara picik pun dilakukannya dengan bergabung bersama bangsa jin agar dapat memisahkan kekuatan para Pandawa. Sekeras apapun usaha Kurawa memusnahkan Pandawa, Kurawa tidak akan pernah bisa menghancurkan karena para dewa…

Lukisan Cat Air Bukan Underdog

Lukisan dengan media cat air (aquarel) bukan lagi karya underdog atau  yang dapat diremehkan begitu saja. Ada kesulitan tersendiri menggunakan cat air. Namun dalam satu tarikan nafas yang sama justru itulah kelebihan dan sekaligus karakternya yang unik. Dibandingkan media akrilik dan cat minyak, melukis dengan menggunakan cat air tidak bisa diralat. Penggemar lukisan cat air…

Perupa STKW Populerkan Kembali Seni Grafis Murni

Di era teknologi digital yang bergerak semakin cepat, fungsi seni grafis murni mulai tersingkirkan sebagai media komunikasi. Bahkan banyak pula masyarakat umum yang belum mengenal seni yang sudah berkembang sejak abad ke-13 di Eropa ini. Melihat adanya ancaman kepunahan terhadap perkembangan seni grafis murni, mahasiswa Seni Rupa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya menggelar Pameran…

Bisikan Sunyi Perupa Tuban

Oleh Henri Nurcahyo TUBAN itu Kota Tuak, katanya. Tapi ada yang tidak sepakat karena gara-gara tuak menyebabkan orang mabuk. Dan mabuk itu, katanya lagi, dilarang agama. Karena itu konon ada pejabat yang pernah melontarkan gagasan hendak memberangus pohon Siwalan, yang menghasilkan minuman legen dan tuak itu. Lho, apa salahnya pohon Siwalan? Dalam pameran lukisan yang…

Eko Pece: Kontemporer itu Sikap, Bukan Bentuk

SURABAYA:  Masih banyak yang beranggapan bahwa karya seni, khususnya tari, kontemporer itu lebih dikedepankan bentuk visualnya. Padahal, menurut Eko Pece, kontemporer itu masalah sikap. Bukan bentuk. Dalam rangkaian Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke-X yang berlangsung 7-9 Juli, Eko Pece Supriyanto memberikan workshop seni tari di pendopo kampus Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW Surabaya) hari Minggu…