Gus Muhdlor: Utamakan Akar Budaya Kalau Mau Maju

SIDOARJO: Semua negara besar. Bahkan semua instansi pemerintahan dan lembaga apapun, kalau ingin survive, syaratnya cuma satu, harus ada akar budaya atau local wisdom. Ini paling penting dan sudah terjadi dimana-mana. Contohnya adalah di Balkan, dimana Islam pernah berkuasa 3-4 abad lamanya. Tetapi karena Islam masuk ke sana melalui perang, maka ketika perang kalah maka…

OBITUARI TJUK K. SUKIADI (4 – SELESAI): BERTEMAN ADALAH SEBUAH KEGEMBIRAAN

Catatan Henri Nurcahyo   PERTEMANAN adalah sesuatu yang sangat penting bagi seorang Tjuk Sukiadi. Pak Tjuk menjalin pertemanan dengan semua kalangan, semua usia, bahkan juga berteman dengan anak-anak muda yang pantas menjadi cucunya. Sebagaimana salah satu postingannya di fesbuk: “Berteman adalah sesuatu yang paling memberikan kegembiraan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Bahkan dengan orangtua (kalau…

WEBINAR PANJI KELANA DI EROPA

SIDOARJO: Komunitas Seni Budaya BrangWetan bekerjasama dengan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur kembali menyelenggarakan seminar dalam jaringan (Webinar) “Relevansi dan Aktualisasi Budaya Panji”. Kali ini sudah menginjak acara yang ke 7 (tujuh) kalinya dengan topik: “Kelana Panji di Eropa,” Kamis, 21 Januari 2021, pukul 14.00 – 16.00 WIB. Narasumber webinar kali ini adalah: (1)…

OBITUARI TJUK K. SUKIADI (3): ISTERI PAK TJUK SUDAH KEMBALI KE RUMAH

Catatan Henri Nurcahyo POSTINGAN Yuni Sugiyo di fesbuk ini sungguh membuat saya kaget: Innalillahi wa innailaihi rojiun BKKKS jawa timur berduka lagi kemarin pak Tjuk menghadap sang khaliq hari ini bu tuti moga almarhum almarhummah diampuni semua dosa”nya , diterima amal ibadahnya & di tempatkan disurganya. amiin…. (pukul 09.14). Saya langsung respon: “Bu Tuti siapa?…

OBITUARI (2): HARI-HARI TERAKHIR TJUK KASTURI SUKIADI

Catatan Henri Nurcahyo   TERLALU banyak yang bisa ditulis tentang seorang Tjuk Kasturi Sukiadi. Dalam perjalanan usianya yang mencapai 75 tahun (tiga perempat abad) lelaki yang selalu menolak kemapanan ini sudah kenyang makan asam garam kehidupan. Meski dikenal sebagai Doktor Ekonomi dari Universitas Airlangga namun Pak Tjuk sudah malang melintang di berbagai posisi, kecuali di…

OBITUARI TJUK KASTURI SUKIADI

Bagian Pertama Catatan Henri Nurcahyo SETELAH terbaring beberapa hari di ruang ICU Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) milik Universitas Airlangga, Tjuk Kasturi Sukiadi akhirnya pulang ke haribaan-NYA sore ini (16/1). Tentu saja saya sedih, karena sejak mendengar kabar Pak Tjuk masuk ICU karena terpapar Covid 19, saya selalu berharap beliau berhasil keluar dengan wajah gembira….

MENDHAK SANGGRING, KEARIFAN LOKAL DESA TLEMANG

Catatan Henri Nurcahyo   MAKNA harfiah dari Mendhak adalah ritual untuk memeringati “ulang tahun kematian”   atau disebut Haul. Sedangkan Sanggring adalah nama masakan berkuah (orang Lamongan menyebut sayur) yang berbahan baku ayam dan dimasak dengan cara-cara khusus. Jadi Mendhak Sanggring adalah rangkaian ritual yang secara umum sama dengan Bersih Desa sekaligus sebagai pesta rakyat atas…

Ki Toro Kentrungan Lahirnya Jaka Tarub di Kampung Seni

#latepost SIDOARJOKINI – Ternyata kentrung masih ada. Dan masih ada yang menonton. Itulah pergelaran kentrung oleh dalang Ki Subiyantoro atau Ki Toro (Kentrung Panji Kelana Sidoarjo) di Kampung Seni Pondok Mutiara Sidoarjo, Sabtu (28/11) malam, dengan lakon “Laire Jaka Tarub.” Pergelaran kentrung ini bagian dari acara rutin Padhang mBulan yang diselenggarakan Komunitas Seni Budaya BrangWetan…

Perlu Pendekatan Baru Narasi Kepemimpinan Perempuan

SIDOARJO: Ada kecenderungan untuk meminggirkan tokoh-tokoh perempuan yang berdaya. Bahwasanya kalau perempuan menjadi pemimpin itu harus galak, harus keras, sementara perempuan pemimpin yang lemah lembut malah dianggap tidak berdaya. Karena itu diperlukan pendekatan baru dalam narasi kepemimpinan perempuan. Hal itulah yang mencuat dalam seminar daring (webinar) dengan tema “Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Budaya Nusantara” yang…

Pertanyaan Panjang Film “Debu Muara”

Catatan Henri Nurcahyo MENONTON gala premier film “Debu Muara” bagaikan diberondong pertanyaan bertubi-tubi sejak awal hingga akhir. Serangkaian pertanyaan itulah yang kemudian membuat penasaran dan menuntut jawaban. Namun hingga film sepanjang 1,25 jam itu usai pertanyaan-pertanyaan tetap tak terjawab. Apakah pertanyaan memang harus ada jawaban? Bagaimana kalau jawaban itu sendiri adalah juga sebuah pertanyaan? Manusia…